Moneter.co.id – Badan Pusat
Statistik (BPS) mencatat, barang-barang impor yang masuk ke Indonesia masih
didominasi barang-barang dari China.
Berdasarkan
catatan BPS, China menguasai pangsa pasar Indonesia dengan nilai mencapai
US$7,27 miliar atau 29,09% dari total pangsa pasar impor.
Kepala
BPS Suhariyanto mengatakan barang-barang impor dari China yang masuk ke
Indonesia mayoritas peralatan elektronik atau golongan mesin dan peralatan
listrik seperti laptop, notebook, serta ponsel merek iPhone. “Tiongkok terbesar,
yang diimpor laptop, notebook, dan iPhone,” katanya, Rabu (15/3).
BPS
mencatat untuk impor mesin dan peralatan listrik secara total mencapai US$3,59
miliar atau 14,34% dari total impor selama Februari 2018.
BPS
juga mencatat, setelah China, pangsa pasar impor Indonesia terbesar diikuti
oleh Jepang dengan nilai impor sebesar US$2,73 miliar atau 10,90% dari total
pangsa ekspor, serta Thailand dengan total nilai mencapai US$1,63 miliar atau
sebesar 6,51%. “Dari
Jepang itu motor, dan Thailand adalah raw sugar dan white rice,”
ujarnya.
Sepanjang
Januari hingga Februari 2018, tercatat neraca perdagangan Indonesia dengan
China mengalami defisit mendalam mencapai US$3,2 miliar. Hal ini
disebabkan kebutuhan barang Indonesia yang masih berasal dari China. Sedangkan
defisit dari Thailand sebesar US$665 juta.
(HAP)




