Selasa, Januari 27, 2026

Kumpulkan modal Rp43 triliun, PermataBank ‘naik kelas’ jadi Bank Buku IV

Must Read

Moneter.id

PT Bank Permata Tbk (PermataBank) membukukan total modal Rp43 triliun dan Capital
Adequacy Ratio
 (CAR) meningkat secara signifikan menjadi 35,7 persen
pada triwulan IV/2020. Capaian ini mengantarkan PermataBank menjadi salah satu
Bank Buku IV berdasarkan surat konfirmasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada
tanggal 20 Januari 2021 lalu.

“Kami sangat bersyukur bahwa PermataBank dapat
mencetak beberapa tonggak sejarah baru serta menutup tahun 2020 dengan hasil
yang memuaskan. Walaupun dihadapi dengan kondisi perekonomian yang penuh
tantangan, kami dapat menyelesaikan proses akuisisi dengan Bangkok Bank,” kata Ridha D.M. Wirakusumah, Direktur Utama
PermataBank disiaran persnya di Jakarta, Senin (8/3).

Pada akhir tahun, katanya, jumlah nasabah Bank
mencapai hampir 4 juta nasabah yang tersebar di 62 kota dengan 300 cabang, 4
diantaranya direnovasi menjadi model branch yang
terdigitalisasi.

“Permodalan dan likuiditas kami terjaga kuat seiring
dengan keberhasilan proses integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia yang
berjalan lancar diakhiri dengan masuknya PermataBank ke jajaran Bank BUKU IV
pada akhir Januari 2021,” ujarnya.

PermataBank tetap berhasil membukukan pendapatan
operasional sebelum pencadangan sebesar Rp3,8 triliun atau meningkat 23,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun
lalu. 

Pertumbuhan ini dikontribusikan oleh peningkatan
pendapatan bunga bersih sebesar 14,2% dan pendapatan non-bunga sebesar
16,1% yoy.  Pencapaian ini
diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga (Net Interest Margin/NIM)
menjadi 4,7%, meningkat dari 4,4% di periode yang sama tahun lalu sejalan
dengan strategi Bank dalam mengelola struktur likuiditas secara optimum.

Kemudian, Cost to Income
Ratio
 (CIR) perseroan tercatat sebesar 58,7%, membaik
secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 62,4%. Rasio efisiensi
tersebut didukung oleh penerapan digitalisasi dalam transaksi perbankan.

Transaksi digital dari semua digital channel terutama
PermataMobile X dan PermataNET mengalami pertumbuhan signifikan sebesar dua
kali lipat dibandingkan tahun lalu, sedangkan transaksi QR Pay melalui
PermataMobile X mengalami pertumbuhan paling tinggi yang mencapai di atas 300%.

Untuk mendukung inklusi keuangan dan akselerasi digital
guna membantu perekonomian Indonesia di masa pandemi, PermataBank juga telah
memberikan layanan PermataQR bagi pelaku usaha terutama sektor UMKM agar dapat
menerima pembayaran non tunai.

Dari sisi total penyaluran kredit, perseroan mencatat
sebesar Rp118 triliun, meningkat 9,2% dibandingkan dengan periode yang sama
tahun lalu.  Pertumbuhan kredit ini didukung oleh pengalihan aset BBI
melalui proses integrasi sebesar Rp17,3 Triliun.

Non-Performing Loan (NPL)
Bank dapat dikelola dengan baik di level yang aman ditengah penurunan kualitas
aset di industri perbankan Indonesia. 

Rasio NPL gross tercatat sedikit
meningkat ke level 2,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu
sebesar 2,8% dengan NPL net yang terjaga pada level 1,0% dibandingkan posisi
Desember 2019 sebesar 1,3%. 

Bank melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL
melalui restrukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan kredit
NPL dan pertumbuhan kredit good book.

“Sampai dengan bulan Desember 2020, sekitar 14% dari
portofolio kredit yang diberikan mengajukan permohonan restrukturisasi dan
relaksasi dimana sebagian besar telah diselesaikan,” ujarnya.

PermataBank telah mengalokasikan biaya pencadangan
penurunan kualitas aset yang cukup signifikan sebesar Rp2,2 triliun dengan
memperhitungkan potensi peningkatan kerugian kredit sebagai akibat dari
perlambatan pertumbuhan perekonomian yang berdampak pada profil risiko
portfolio kredit. 

Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rasio NPL
Coverage menjadi 239% di akhir tahun 2020, lebih tinggi dibandingkan rasio
tahun lalu sebesar 133%. 

Untuk likuiditas Bank terjaga dengan baik dibuktikan
dengan rasio likuiditas Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat
sebesar 79% di Desember 2020 dan rasio CASA meningkat menjadi 51,2% meningkat
54 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Total dana simpanan masyarakat tumbuh sebesar
18,4% yoy, kontribusi terbesar dari pertumbuhan produk Giro
sebesar 25,3%, diikuti oleh Tabungan dan Deposito masing-masing 13,5% dan
17,1% yoy.

Rasio  CAR dan Common Equity Tier 1 (CET-1)
pada posisi Desember 2020 masing-masing sebesar 35,7% dan 26,9% meningkat
dibandingkan 19,9% dan 18,7% pada periode yang sama tahun lalu, jauh di atas
ketentuan modal minimum yang berlaku dan rata-rata CAR industri perbankan
Indonesia.

Kenaikan ‘kelas’ PermataBank
menjadi Bank BUKU IV s
etelah Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) memberikan ijin integrasi No.89/KDK.03/2020 Bangkok Bank
Indonesia ke dalam PermataBank pada tanggal 17 Desember 2020, proses integrasi
ini berhasil diselesaikan dengan baik pada tanggal 21 Desember 2020. 

Integrasi ini telah meningkatkan total modal Bank
secara signifikan menjadi Rp43 Triliun dan CAR tercatat 35,7% sehingga
memberikan landasan yang kuat bagi PermataBank untuk dapat memberikan pelayanan
paripurna bagi nasabah sehingga menunjang percepatan pertumbuhan bisnis dan
memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan perekonomian di Indonesia. 

“Kami optimis menyambut tahun 2021 dengan kinerja yang
positif di 2020 serta status PermataBank yang telah menjadi bank BUKU IV. Kami
akan tetap memfokuskan diri sebagai bank pilihan serta berupaya untuk dapat
terus memberikan nilai bermakna dan Making A Difference bagi
pemangku kepentingan kami,” tutup Ridha.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img