La Maison De L’Indonésie menggelar workshop eksklusif selama dua minggu bagi mahasiswa internasional dari KEDGE Business School di Paris, Prancis, pada 12–22 Mei 2026.
Program ini diikuti oleh empat mahasiswa internasional serta satu NGO assistant yang berasal dari Prancis, Kolombia, dan India. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi para peserta untuk mengenal Indonesia beserta kekayaan produk lokalnya secara lebih mendalam.
Pada minggu pertama, workshop difokuskan pada pengenalan berbagai produk khas Indonesia, khususnya dari Sumatra. Para peserta diperkenalkan dengan kopi Indonesia, cokelat, jamu, teh, rempah-rempah, hingga beragam produk lokal lainnya yang memiliki potensi besar di pasar internasional. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi berlangsung karena mereka tidak hanya belajar tentang produk, tetapi juga memahami nilai budaya di balik setiap komoditas Indonesia.
Sementara itu, minggu kedua workshop diarahkan pada pengembangan produk, strategi pemasaran, dan manajemen bisnis guna mendukung pengembangan produk Indonesia di pasar Prancis dan Eropa. Program ini terselenggara melalui kolaborasi dengan Sebastian Keilholz selaku NGO partner dari KEDGE Business School, yang mempercayakan La Maison De L’Indonésie sebagai penyelenggara karena memiliki visi yang sama dalam mendukung produk lokal dan komunitas Indonesia.
Founder La Maison De L’Indonésie, Eka Moncarre, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi program eksklusif pertama yang berlangsung selama dua minggu penuh. Ia mengaku senang melihat besarnya ketertarikan mahasiswa KEDGE Business School terhadap budaya dan produk Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang besar untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk lokal Indonesia di Prancis maupun Eropa.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga mengaku terinspirasi untuk suatu hari mengunjungi Indonesia dan ikut berkontribusi dalam mempromosikan produk Nusantara ke pasar global. Workshop ini sejalan dengan misi La Maison De L’Indonésie sebagai “jendela Indonesia” di Prancis yang aktif memperkenalkan budaya, masyarakat, dan produk lokal Indonesia kepada masyarakat Eropa.




