MONETER
– PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance membukukan laba
bersih sebesar Rp 661 miliar di semester I/2022. Laba ini naik 40% secara year on year (yoy).
Perolehan laba tersebut didukung membaiknya portofolio restrukturisasi dan
biaya kredit (cost
of credit/CoC).
”Pemulihan ekonomi nasional membuat portofolio
restrukturisasi dan cost of credit (CoF) lebih baik.
Sehingga kita membukukan pertumbuhan laba yang cukup tinggi, double digit di
semester I/2022,” kata Direktur Utama Adira Finance, I Dewa Made Susila di
Jakarta, Jumat (29/7).
Alhasil, Adira Finance membukukan laba bersih
meningkat sebesar 40% (yoy) menjadi
Rp 661 miliar pada semester I/2022. Imbasnya, turut meningkatkan return on
asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing
menjadi 5,4% dan 15,5%.
“Perolehan laba tersebut turut didukung membaiknya
portofolio restrukturisasi kredit yang kini tersisa Rp 3,2 triliun per Juni
2022, turun dari posisi tertinggi pada medio 2020 mencapai Rp 19 triliun,”
ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, perseroan juga mencatat NPF
Gross konsolidasi di posisi 2,0%, turun dari periode sebelumnya 3,3%. Adapun
NPF Coverage cukup tinggi sekitar 300%. Dari sisi bisnis, pembiayaan baru
perseroan naik sebesar 21% (yoy)
menjadi Rp 14,3 triliun. Pembiayaan baru pada segmen mobil dan sepeda motor
masing-masing meningkat sebesar 38% (yoy)
dan 3% (yoy) di semester I/2022.
Sementara, untuk pangsa pasar di segmen sepeda motor
baru Adira Finance mengalami kenaikan sebesar 30 basis points (bps) menjadi 9,2%. Sementara
pangsa pasar mobil baru relatif stabil menjadi 3,8%.
“Dengan demikian total piutang yang dikelola
(termasuk porsi pembiayaan bersama) perusahaan dapat dipertahankan menjadi
sebesar Rp 41,1 triliun di semester I-2022,” ungkap Made.
Kinerja positif pembiayaan baru seiring dengan
realisasi penjualan di pasar otomotif yang didukung masih diberlakukannya
subsidi PPnBM hingga September 2022. Penjualan ritel mobil baru domestik
berhasil tumbuh signifikan sebesar 21% (yoy)
menjadi 465 ribu unit.




