Kamis, April 2, 2026

Laba Bank Neo Commerce Melonjak pada 2025, Siapkan Ekspansi Kredit dan Layanan BNPL di 2026

Must Read

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menutup tahun buku 2025 dengan catatan kinerja yang mengesankan. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp565,69 miliar, melonjak tajam dibandingkan Rp19,88 miliar pada tahun sebelumnya, seiring keberhasilan strategi transformasi bisnis digital dan penguatan fundamental perusahaan.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, mengatakan tahun 2025 menjadi periode penting bagi perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus menjaga pertumbuhan tetap berada dalam prinsip kehati-hatian.

“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Bank Neo Commerce dalam memperkuat fundamental bisnis dan memastikan bahwa setiap langkah pertumbuhan yang kami lakukan tetap berada dalam koridor kehati-hatian. Kami berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang baik dengan tetap menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan model bisnis digital yang kami miliki,” ujar Eri.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari pertumbuhan total aset yang mencapai Rp18,97 triliun hingga Desember 2025, naik 8,99 persen secara tahunan dari Rp17,41 triliun pada akhir 2024.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp14,03 triliun dari Rp13,06 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp3,50 triliun, sementara deposito tetap stabil di level Rp9,86 triliun.

Perseroan juga menjaga kualitas aset tetap sehat. Rasio kredit bermasalah bersih atau NPL Net tercatat di level 0,89 persen, sementara kondisi likuiditas tetap kuat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 51,21 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 614,93 persen.

Dari sisi efisiensi, Bank Neo Commerce berhasil menurunkan rasio BOPO menjadi 84,18 persen dari 99,34 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 14,39 persen.

Peningkatan profitabilitas turut tercermin pada Return on Assets (ROA) yang naik menjadi 3,11 persen dari 0,10 persen, serta Return on Equity (ROE) yang melonjak menjadi 15,13 persen dari 0,59 persen.

Permodalan bank juga semakin solid dengan modal inti sebesar Rp4,03 triliun, meningkat dari Rp3,32 triliun. Rasio kecukupan modal atau CAR naik menjadi 49,07 persen, memberikan ruang yang luas bagi perseroan untuk ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

“Kepercayaan nasabah yang terus meningkat menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, andal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Eri.

Selain penguatan kinerja keuangan, saham BBYB resmi masuk ke dalam Indeks Economic 30 yang mulai berlaku pada 2 Maret 2026. Langkah ini dinilai mempertegas meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang perseroan.

Memasuki 2026, BNC akan fokus pada pertumbuhan kredit berkualitas serta inovasi layanan digital untuk memperluas sumber pendapatan berbasis biaya (fee based income).

“Memasuki tahun 2026, kami akan terus fokus pada pertumbuhan kredit yang berkualitas serta mengoptimalkan potensi bisnis melalui penguatan produk dan layanan perbankan digital,” ujar Eri.

Salah satu agenda strategis yang tengah dipersiapkan adalah peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) bersama mitra, yang ditargetkan meluncur pada pertengahan tahun ini.

“Salah satu inisiatif strategis yang tengah kami siapkan adalah peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) dengan mitra yang direncanakan hadir pada pertengahan tahun 2026,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ekspor Indonesia Awal 2026 Tumbuh 2,19 Persen, Ditopang Kinerja Nonmigas

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada periode Januari–Februari 2026 mencapai US$44,32 miliar, meningkat 2,19 persen dibandingkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img