Kamis, Maret 5, 2026

Laba Bersih AKR Corporindo Tembus Rp 258 Miliar di Kuartal I/2017

Must Read

Moneter.co.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan laba bersih belum diaudit (unaudited) sebesar Rp258 miliar sepanjang kuartal I 2017. Angka ini meningkat tipis 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp255 miliar.

Pencapaian kenaikan laba ini ditopang pendapatan yang melesat 21,52 persen, dari Rp3,57 triliun di kuartal I tahun lalu ke angka Rp4,34 triliun di tahun ini. Pendapatan meningkat seiring menguatnya harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) dan produk kimia akibat harga minyak mentah membaik.

Sekedar informasi, harga minyak mentah sepanjang kuartal I tahun ini berada di angka US$54,12 per barel atau lebih tinggi 57,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$34,36 per barel.

Presiden Direktur AKR Haryanto Adikoesoemo mengaku gembira dengan perbaikan kondisi harga minyak tersebut. Apalagi, kedua lini usaha tersebut memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan.

Pada kuartal 2016, pendapatan BBM dan kimia dasar masing-masing menyumbang 66 persen dan 24 persen bagi total pendapatan perusahaan. Sehingga, kedua lini usaha itu menyumbang 90 persen dari pendapatan.

“Kami dengan bangga melaporkan hasil keuangan yang kuat pada kuartal I 2017. Stabilisasi harga BBM selama tahun lalu dan permintaan bahan kimia dasar telah meningkat,” ujar Haryanto,Kamis (27/4).

Di sisa sembilan bulan mendatang, ia berjanji akan terus mengendalikan biaya operasional. Pasalnya, perusahaan masih mengalami kenaikan beban operasional sebesar 24,2 persen dari Rp3,1 triliun di tiga bulan pertama tahun 2016 ke angka Rp3,89 triliun di tahun ini.

Selain efisiensi, perusahaan juga akan menggenjot kontribusi dari penjualan BBM non-subsidi. Sebagai langkah awal, perusahaan sebelumnya telah menandatangani kesepakatan joint venture dengan British Petroleum (BP) untuk mengembangkan jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia.

“Untuk mewujudkan peluang besar di sektor BBM ritel dengan kenaikan permintaan bensin non-subsidi di Indonesia, AKR telah bergabung dengan pemain utama dalam industri minyak yang berskala global, BP, untuk mendirikan jaringan stasiun pengisian BBM ritel di Indonesia dan menawarkan sesuatu yang baru dan lebih baik kepada pelanggan,” tutup Haryanto.

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Stockbit dan Bibit Catatkan Pertumbuhan yang Solid di Pasar Modal Indonesia

Di tengah lanskap startup Indonesia yang semakin kompetitif dan penuh dinamika dewasa ini, tidak banyak perusahaan teknologi finansial Tanah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img