Moneter.co.id – PT Bank Mega Tbk berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang di tahun 2016. Bank Mega sukses menumbuhkan perolehan laba bersih sebesar 9,97% menjadi Rp1,16 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,05 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, tumbuhnya laba bersih perusahaan milik Chairul Tanjung (CT) itu patut diduga terjadi lantaran adanya peningkatan dalam pos pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya. Di masing-masing pos keuangan tersebut terdapat pertumbuhan sebesar 5,6% dan juga 24,7%.
“Untuk aset, terjadi pertumbuhan sebesar 3,4% menjadi Rp70,53 triliun dari tahun 2015 sebesar Rp68,23 triliun. Hal ini didorong oleh peningkatan efek-efek yang meningkat 65,6% menjadi Rp23,7 triliun,” kata Direktur Utama Bank Mega, Kostaman Thayib di Jakarta, Jumat (10/3).
Namun sayangnya, volume kredit perseroan malah susut 12,72% menjadi Rp28,27 triliun. Bandingkan dengan volume kredit di tahun 2015 yang sempat bertengger di angka Rp32,39 triliun. “Penurunan terbesar terjadi pada segmen Kredit Usaha Kecil (KUK). Hal itu diakuinya merupakan salah satu strategi perusahaan untuk lebih konservatif pada segmen ini,” ujar Kostaman
“Segmen bisnis yang mencatat pertumbuhan adalah kartu kredit yang mengalami peningkatan 2,4% menjadi Rp8,24 triliun dari posisi sebelumnya Rp8,05 triliun,” pungkasnya.
Meski kreditnya turun, bukan berarti kualitas kreditnya menebal. Per Desember tahun lalu rasio kredit bermasalah perseroan atau Non Performing Loan (NPL) gross malah membengkak menjadi 3,4% dari posisi sebelumnya 2,8%.
(TOP)




