Moneter.co.id – Sepanjang tahun 2016, PT Bank Bukopin Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun. Laba bersih perseroan tumbuh 14,07 persen dibandingkan laba bersih 2015 yang sebesar Rp 964,3 miliar.
Pertumbuhan laba bersih 2016 tersebut lebih lambat dibandingkan pertumbuhan laba bersih tahun 2015 yang mencapai 43,27 persen.
Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,12 persen secara tahunan menjadi Rp 83,9 triliun.
“Pertumbuhan DPK pada 2016 didorong oleh kenaikan deposito sebesar 7,63 persen menjadi Rp 55,2 triliun, dan CASA sebesar 15,25 persen menjadi Rp 28,6 triliun,” kata Glen, Rabu (29/3).
Sementara itu, pendapatan operasional lainnya (fee based income) tumbuh 16,58 persen menjadi Rp 1,4 triliun.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit mencapai 9,74 persen menjadi Rp 72,5 triliun. Pertumbuhan kredit didukung pertumbuhan sektor ritel yang terdiri dari mikro, UKM, dan konsumer masing-masing tumbuh 26,11 persen, 9,41 persen, dan 10,78 persen. “Penyaluran kredit komersial tumbuh 4,42 persen,” kata dia.
Posisi radio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) net berada di kisaran 2,79 persen, dan rasio kecukupan modal sebesar 15,03 persen. Dengan pencapaian tersebut, per Desember 2016 aset Bukopin tercatat sebesar Rp 105,4 triliun atau naik 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.




