Moneter –
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan pendapatan Rp26,47 triliun hingga
kuartal III-2021. Raihan ini meningkat 46,78% secara yoy dari Rp18,04 triliun per September 2020.
Berdasarkan keterangan perseroan di Jakarta, Minggu (14/11),
penjualan per kuartal III-2021 terutama ditopang produk emas Rp17,67 triliun,
feronikel Rp4,34 triliun, bijih nikel Rp3,25 triliun, alumina Rp638,06 miliar,
perak Rp90,92 miliar serta batu bara Rp11,75 miliar.
“Beban pokok penjualan Rp21,34 triliun, naik dari
sebelumnya Rp15,13 triliun. Namun, laba kotor masih meningkat menjadi Rp5,14
triliun dari Rp2,9 triliun per September 2020. Antam membukukan laba periode
berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp1,71 triliun,”
tulisnya.
Laba bersih tersebut melesat 104,65% yoy dari Rp835,78
miliar. Anak usaha MIND ID tersebut menggunakan kas untuk pendanaan Rp1,51
triliun per September 2021, naik dari Rp684,95 miliar per September 2020.
Sementara kas dan setara kas akhir periode mencapai
Rp6,37 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp3,67 triliun. Selain itu, Antam
mencatatkan liabilitas Rp12,95 triliun per September 2021, naik dari Rp12,69
triliun per akhir 2020.
Ekuitas ANTM naik menjadi Rp20,34 triliun dari
sebelumnya Rp19,04 triliun. Total aset Antam pun mencapai Rp33,3 triliun per
kuartal III/2021, naik dari Rp31,73 triliun pada akhir 2020.
Diketahui, pada tahun 2021, perseroan menganggarkan
belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 2,84 triliun. “Capex tahun
ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan bersifat rutin, pengembangan usaha
bersifat proyek, dan keperluan lainnya,” kata Senior Vice President Corporate Secretary Antam, Kunto Hendrapawoko.




