Kamis, Januari 15, 2026

Laba Bersih Pertamina Naik 112 Persen di Semester I/2019

Must Read

Moneter.id – PT Pertamina
mencatatkan laba bersih sebesar 660 juta dolar AS atau Rp9,4 triliun pada
semester I/2019. Angka ini meningkat sekitar 112 persen jika dibandingkan laba
bersih periode sebelumnya yang sebesar 311 juta dolar AS atau Rp4,4 triliun.

“Kenaikan
laba bersih ini terutama dipicu oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 6
persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan beban ini
salah satunya didorong oleh harga rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) pada
semester I/2019,” kata Direktur Keuangan Pertamina Pahala N. Mansury di
Jakarta, Selasa (27/8).

“Rata-rata
ICP pada semester I/2018 sekitar 66 dolar AS per barel, sementara pada semester
I/2019 sekitar 63 dolar AS per barel,” ujarnya.

Selain
berdampak pada penurunan biaya bahan baku, lanjut Pahala, hal tersebut juga
berpengaruh pada penurunan pendapatan. Namun karena dikombinasikan dengan
efisiensi biaya operasional lainnya, biaya dapat ditekan lebih banyak lagi.

“Termasuk
penurunan impor minyak mentah sebagai dampak dari penyerapan minyak mentah
domestik yang semakin meningkat. Sampai dengan akhir Juli 2019, total
kesepakatan pembelian minyak mentah dan kondensat dari KKKS domestik mencapai
123,6 MBCD,” tungkasnya.

Dengan
demikian, marjin juga menjadi lebih baik di kisaran 14 persen untuk Gross
Profit Margin dan 8 persen untuk Operating Profit Margin. Peningkatan kinerja
ini juga tercermin dari arus kas bersih dari aktivitas operasi yang makin kuat
yaitu 1,57 miliar dolar AS, meningkat 2 kali lipat dari posisi semester 1 tahun
lalu, yaitu 756 juta dolar AS.

Meskipun
terdapat peningkatan pada aktivitas investasi dan pembayaran pinjaman, cash-on-hand tetap terjaga di level 7,38
miliar dolar AS, lebih baik daripada semester 1 tahun lalu.

Di sisi
kinerja operasional hulu, produksi minyak mentah Pertamina tetap digenjot naik
menjadi 413 ribu barel minyak per hari (MBOPD), lebih tinggi dibandingkan tahun
sebelumnya yang sebesar 385 MBOPD. Dalam konteks kemandirian energi dan
ketersediaan energi berkualitas tinggi, prestasi terdepan proyek strategis yang
berhasil diselesaikan adalah Proyek Langit Biru Cilacap.

Proyek
senilai 392 juta dolar AS ini telah beroperasi dan menghadirkan BBM berkualitas
di Indonesia setara dengan EURO 4 dengan total kapasitas yang meningkat
mencapai 1,6 juta barel per bulan.

Selain
itu, peningkatan volume penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada semester I/2019
mencapai sebesar 34,1 juta KL. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode
yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 33,9 juta KL.

Sementara
itu, untuk penjualan produk non-BBM juga mengalami peningkatan dari periode
sebelumnya sebesar 7,9 juta KL menjadi 8,3 juta KL. Bahkan sejak Mei 2019,
Avtur dan Solar sudah tidak perlu diimpor karena telah dapat dipenuhi dari
produksi kilang Pertamina.

“Kami
mengucapkan terima kasih atas dukungan semua stakeholder sehingga Pertamina
dapat menjalani semester I 2019 dengan sejumlah pencapaian. Kami optimistis
kinerja perusahaan akan terus positif hingga akhir tahun,” tutup Pahala.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img