Moneter.id – PT Kawasan
Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal I/2018
sekitar 75%. Laba ini berkurang Rp 15 miliar dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya sebesar Rp 54,67 miliar.
Corporate
Secretary PT Kawasan Industri Jababeka Tbk, Muljadi Suganda mengatakan, pelemahan
rupiah menjadi penyebab penurunan laba bersih perseroan.”Perusahaan menanggung
rugi selisih kurs hingga Rp 70 miliar,” kata Muljadi di Jakarta, Senin (5/06).
“Tahun ini kami fokus pada
proyek existing yakni Kota Jabebeka Cikarang (Jawa Barat), Tanjung Lesung (Banten)
dan Kawasan Industri Kendal (Jawa Tengah). Perincian target pendapatan yaitu Rp
1,5 triliun Cikarang, Rp 500 miliar Kawasan Industri Kendal dan Rp 250 miliar
Tanjung Lesung,”ujarnya.
Sekedar informasi, tahun
ini perseroan menargetkan pendapatan real estat dan properti sebesar Rp 2,25
triliun. Target tersebut dua kali lipat lebih ketimbang realisasi pendapatan
real estate tahun lalu yakni Rp 1,07 triliun.
Jababeka juga
memiliki kontribusi dari lini bisnis selain properti, yakni pembangkit listrik.
Pendapatan pembangkit listrik KIJA pada kuartal I/2018 tercatat sebesar Rp
152,51 miliar atau di bawah pendapatan real estate Rp 207,71 miliar.
Pencapaian
pendapatan pembangkit listrik menyusut 60,49% dibandingkan periode yang sama
tahun lalu. Sehingga, total pendapatan Jababeka triwulan I tahun ini turun
30,79% menjadi Rp 493,27 miliar.
(HAP)




