Selasa, Januari 27, 2026

Lahan Ibu Kota Baru Dikuasai Sukanto Tanoto, Bappenas: Bisa Diambil Setiap Saat

Must Read

Moneter.id – Lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Baru telah ditetapkan Presiden
Joko Widodo (Jokowi), yakni di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara
dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Beban Jakarta sudah sangat berat menjadi Ibu Kota Negara
selama 74 tahun sejak Indonesia merdeka. Jakarta saat ini menjadi pusat bisnis,
pemerintahan, perdagangan sampa jasa. Itu juga menjadi alasan Ibu Kota Negara
pindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan
Timur,” kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).

Namun, baru-baru ini tersiar kabar bahwa lahan yang akan
ditempati sebagai ibu kota baru itu sebagian besar dikuasai oleh konglomerat
sekaligus pendiri kelompok bisnis Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala
Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, penguasaan lahan di ibu kota baru
oleh Sukanto Tanoto melalui PT ITCI di mana ia sebagai pemegang sahamnya.

“PT ITCI milik Tanoto sebagai pemegang konsesi HTI
(hutan tanaman industri). Termasuk yang 6.000 ha. Luasnya cek KLHK,” kata
Bambang dilansir detikcom, Rabu
(18/9).

Hutan tanaman industri (HTI) merupakan konsesi lahan, bukan
merupakan kepemilikan. “Pemerintah bisa mengambilnya setiap saat,” kata Bambang
lagi.

Sementara itu, Sukanto Tanoto mengakui memegang konsesi
lahan berstatus HTI di kawasan calon ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Lahan yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan ibu
kota baru berada di area PT ITCI Hutabi Manunggal (IHM),” kata Corporate
Affairs Director
APRIL Group Agung Laksamana dilansir CNNIndonesia, Rabu (18/9).

Kata Agung, lahan itu merupakan mitra pemasok strategis
dengan kontribusi signifikan bagi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Seperti diketahui, Sukanto Tanoto merupakan pengusaha Indonesia
yang memulai usaha di industri pengolahan kayu. Pada tahun 2013, dia adalah
salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset sebesar 2,3 milyar
dollar.

Bermula sebagai pemasok peralatan dan kebutuhan bagi
perusahaan minyak negara PT Pertamina, Sukanto Tanoto merintis usaha di bidang
kehutanan pada tahun 1972. 
Kepentingan bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok
usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai
Raja Garuda Mas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img