Moneter.id – PT Hanson International Tbk (MYRX) berencana melakukan
penambahan modal dengan memberikan right
issue atau Hak Mesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan melepas 87,824
miliar lembar saham baru saham seri C dengan nominal Rp22. Aksi itu akan
diputuskan di rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar 27
September 2018 mendatang.
“Jika
memperoleh persetujuan, maka perseroan akan segera mendaftarkan pernyataan
penerbitan efek kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tulis perseroan
diketerangan resminya, belum lama ini.
Dijelaskan,
dana hasil right issue tersebut akan
digunakan untuk keperluan modal perseroan dan untuk anak usaha. Dengan
demikian, akan meningkatkan struktur permodalan perseroan dalam melakukan
pengembangan usaha dan meningkatkan rasio
debt to equity menjadi lebih baik.
Tahun ini, perseroan menetapkan target marketing sales sebesar Rp 1 triliun
hingga Rp 1,5 triliun. ”Tahun ini saya kira sudah bagus karena per April,
proyek kami di Serpong sudah mencatat marketing
sales Rp 300 miliar sementara di Maja juga sudah dapat kira-kira Rp 300
miliar,” kata Hermawan Raharjo, Corporate Finance dan Investor Relations
MYRX.
Hermawan mengatakan bahwa perseroan akan fokus untuk menjual
rumah-rumah yang murah dengan kuantitas yang besar. “Misalnya, di Maja dengan menjual
rumah di bawah Rp 200 miliar dan di Serpong dengan range harga Rp 300 miliar
hingga Rp 400 miliar,” tutupnya.
(TOP)




