Moneter.id – Tim pendaftaran masif BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor, Jawa Barat, memantau
kepersertaan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan diwilayahnya.
Ketua Tim pendaftaran masif BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor,
Ade Sarip Hidayat mengatakan pemantauan atau monitoring ini dimaksudkan
memantau cakupan kepesertaan bagi seluruh pekerja di daerah ini (universal coverage).
“Tujuan pemantauan ini untuk melihat universal
coverage pemberian kerja sampai dengan tingkat kelurahan dan tingkat RT bagi
universal coverage pekerja di usia 18 tahun keatas,” katanya di Bogor, Rabu
(8/8).
Ade menyebutkan, cakupan kepesertaan jaminan sosial
ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja selaras dengan mimpi Kota Bogor tahun 2025
mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang madani.
“Pemahaman kami, makna masyarakat madani terkait
bagaimana terfasilitasinya hari tua, kesehatannya, kesejahteraan dan yang lainnya.
Keyakinan kami ini akan terakselerasi ketika masyarakat terdaftar sebagai
peserta BPJS ketenagakerjaan,” katanya.
Untuk memastikan hal itu, tim pendaftaran masif BPJS
Ketenagakerjaan membuat monitoring dan pemasangan stiker kepesertaan.
“Monitoring ini juga untuk memantau kepesertaan pemberi
kerja Kota Bogor, yang belum terdaftar dalam kepesertaan BPJS
Ketenagakerjaan,” katanya.
Ade mengatakan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan
semester I/2017 jumlah kepesertaan di Kota Bogor mencapai 96.365 peserta.
Jumlah tersebut terdiri atas 92.550 tenaga kerja penerima upah, dan 3.815
tenaga kerja bukan penerima upah.
Sementara berdasarkan data konsolidasi bersih (DKB) semester
II/2017 Disdukcapil Kota Bogor, jumlah penduduk Kota Bogor yang berusia diatas
18 tahun sebanyak 600.815.
Ade menambahkan, monitoring ini perlu dilakukan, karena
selama ini tim belum memiliki pantauan universal coverage dan kepesertaan
pemberi kerja Kota Bogor secara elektronik yang bisa dilihat secara (sewaktu-waktu)
real-time 24 jam.
“Jika data yang ada sudah terkoneksi dan bersinergi
antara Disdukcapil dan BPJS Ketenagakerjaan maka akan memberikan manfaat dan
kemudahan,” kata Ade.
Sementara, Asisten Deputi Perluasan Kepesertaan Kantor Pusat
BPJS Ketenagakerjaan, Teguh Wiyono mengapresiasi, telah dilakukan Pemerintah
Kota (Pemkot) Bogor dalam mewujudkan universal
coverage BPJS TK.
Menurutnya, Kota Bogor menjadi salah satu kota yang paling
terdepan dalam memberikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan.
“Apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bogor melalui
dinas terkait dirasa sudah komplit dan komprehensif, dari tingkat pemerintah
hingga ke tingkat RT nya sudah termonitor semua,” katanya.
Kaitan program stikerisasi di Kota Bogor Teguh mengatakan,
apa yang dilakukan Kota Bogor satu langkah dibanding BPJS Ketenagakerjaan yang
memprogramkannya pada tahun 2019 nanti.
Terkait program stikerisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,
Teguh mengatakan pihaknya tinggal menunggu konfirmasi pengajuan kebutuhan
stiker yang diajukan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bogor.
“Warna stiker dibagi dua, warna hijau adalah yang sudah
terdaftar dan merah bagi yang belum terdaftar,” kata Teguh.
(TOP/Ant)




