Moneter.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar
Pandjaitan menyebut ada jasa perusahaan asuransi asal China, Ping An Insurance
ingin menyelamatkan BPJS Kesehatan dari defisit yang diperkirakan mencapai Rp
28,4 triliun.
“Perusahaan asuransi asal China tersebut
menawarkan bantuan buat mengevaluasi sistem teknologi informasi (TI) milik BPJS
Kesehatan yang lemah,” kata Luhut beberapa waktu lalu.
Kata Luhut, kelemahan sistem TI BPJS Kesehatan
tercermin dari ketidakpatuhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam
membayar iuran bulanan.
Terkait hal itu, berikut beberapa fakta menarik
mengenai Ping An Insurance seperti dilansir moneysmart.id,
Senin (26/8/2019):
1. Perusahaan Asuransi Internasional Asal China
Ping An Insurance berdiri pada 21 Maret 1988 dengan
kantor pusat berada di Shenzhen, Cina yang awalnya berfokus pada penjualan
asuransi.
Pada perkembangannya, Ping An sendiri mengoperasikan
bisnisnya dengan cakupan sektor keuangan yang lebih luas. Perusahaan ini
diketahui juga memberi layanan di segmen asuransi jiwa, properti dan korban,
perbankan, hingga sekuritas dan perusahaan.
2. Peringkat ke-7 Sebagai Perusahaan Terbuka Terbesar di Dunia
Ping An mulai mencatatkan diri sebagai perusahaan
terbuka pada 24 Juni 2004. Perusahaan asuransi ini tercatat di bursa
Hong Kong Stock Exchange dengan kode 2318. Selain itu, namanya juga tercatat di
bursa Shanghai Stock Exchange dengan kode 601318.
Sejak menjadi perusahaan terbuka, Ping An mencatatkan
nilai kapitalisasi pasar yang fantastis. Nilai perusahaan ini berdasarkan
kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 220,2 miliar atau sekitar Rp 3.145 triliun.
Majalah Forbes menempatkan Ping An Insurance di
peringkat ke-7 dalam jajaran perusahaan terbuka di Global 2000 (2019). Posisi
perusahaan asuransi ini berada di bawah Apple yang menempati peringkat ke-6.
3. Penjualan Tembus US$ 151,8 Miliar
dengan Keuntungan US$ 16,3 Miliar
Sebagaimana yang diinformasikan majalah Forbes,
penjualan Ping An menghasilkan pendapatan (revenue) mencapai US$ 151,8
miliar. Dengan kurs sekarang, pendapatan perusahaan ini berada di kisaran Rp
2.168 triliun.
Dari pendapatan yang diperolehnya tersebut, perusahaan
asuransi internasional ini berhasil membukukan keuntungan sebesar US$ 16,3
miliar. Itu berarti dalam rupiah, profitnya mencapai Rp 232 triliun.
4. Miliki Portal Kesehatan dengan 30 Juta Pengguna Aktif
Perusahaan asuransi ini mengembangkan portal kesehatan
yang diberi nama Ping An Good Doctor. Dalam sebulan seperti yang diberitakan
CNBC Indonesia, portal tersebut dikunjungi 30 juta pengguna aktif.
Selain itu, perusahaan asuransi ini juga merintis
aplikasi pemesanan obat yang bernama Ping An Healthcare and Technology. Ada 800
juta pelanggan yang diketahui memesan obat melalui aplikasi tersebut.
Hebatnya lagi nih Ping An menjadi pelopor penggunaan
kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam layanan asuransi.
Penggunaan AI bahkan berkembang yang dikhususkan buat beberapa penyakit.
5. Pemegang Saham
Tercatat, sejumlah pemegang saham (shareholders)
dengan kepemilikan saham di Ping An Insurance lebih dari 2 persen .
Keluarga Chearavanont yang tercatat sebagai pemegang
saham 1.967.311.275 lembar atau 26,4 persen. Keluarga Chearavanont
diketahui merupakan keluarga konglomerat asal Thailand. Kekayaan keluarga ini
diperoleh berkat bisnis ternak dan pakan ternak di bawah bendera Charoen
Pokphand Group.
Lalu, The Vanguard Group yang tercatat memegang saham
sebanyak 175.440.573 lembar atau 2,36 persen. Perusahaan ini diketahui sebagai
perusahaan manajemen investasi yang didirikan investor yang memperkenalkan
Index Funds, John C. Bogle. Kemudian, JP Morgan dengan kepemilikan saham
149.568.066 lembar, tercatat sebagai pemegang saham 2,01 persen.




