Moneter.id – Jaringan
profesional terbesar di dunia, Linkedin meluncurkan laporan Future of Skills 2019, yang
mengidentifikasi 10 rising skills atau peningkatan keterampilan yang paling tinggi di antara anggota LinkedIn di wilayah Asia Pasifik selama
lima tahun terakhir. Identifikasi
ini dengan melihat keterampilan atau skill mana
yang paling banyak dipilih selama lima tahun terakhir, dilihat dari bulan per
bulannya.
LinkedIn juga melakukan riset mengenai kesiapan
karyawan dalam menghadapi tenaga kerja masa depan dan bagaimana profesional di
bidang Learning & Development (Pembelajaran dan Pengembangan) menanggapi transformasi keterampilan tersebut.
“Saat industri tradisional mengadopsi teknologi baru
dan memimpin transformasi digital untuk meningkatkan operasional serta
memperkenalkan produk dan layanan baru, tidak mengherankan jika mayoritas rising
skills di Asia Pasifik didominasi oleh keterampilan yang berhubungan
dengan teknologi,” tulis keterangan tertulis LinkedIn di Jakarta, Senin (24/6).
Dijelaskan, rising skills ini dapat
digunakan sebagai rambu bagi perusahaan untuk menentukan bagaimana industri
dapat berinovasi dan bertransformasi, serta membantu karyawan mereka mengatasi
laju perubahan melalui peningkatan keterampilan.
Pada laporan Future of Skills 2019, LinkedIn juga
memaparkan bahwa Indonesia memiliki 3 (tiga) rising skills (peningkatan keterampilan) dari para
pekerja profesional yang mempengaruhi inovasi serta transformasi perusahaan
tempat mereka bekerja.
Peningkatan
keterampilan ini didominasi oleh pertumbuhan teknologi, namun beberapa
keterampilan di luar teknologi juga masih terlihat menonjol. Ketiga
kemampuan tersebut antara lain Pemasaran Sosial Media (Social Media
Marketing), Desain yang Berpusat pada Manusia (Human-Centred Design),
dan Teknologi Pengenalan Isyarat (Gesture Recognition Technology).
“Saat era digitalisasi terus mengubah peranan
tenaga kerja dengan cepat, keterampilan tertentu menjadi semakin kurang diminati karena munculnya
keterampilan baru yangdiperlukan untuk mendukung era transformasi ini,”
kata Feon Ang, Vice President, Talent and Learning
Solutions, Asia Pacific, LinkedIn.
Menurut
Ang, penting
bagi perusahaan untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang keterampilan dan
bakat karyawan saat ini, dan bagaimana mengembangkannya untuk tujuan jangka
panjang bisnis mereka.
Membantu
mengembangkan bakat yang ada saat ini atau melatih kembali bakat tersebut dapat
menjadi aset bagi perusahaan bahwa kebutuhan akan keterampilan mereka di masa
depan dapat terpenuhi.
“Kami
percaya bahwa menggunakan budaya untuk belajar sama pentingnya bagi perusahaan
untuk tetap bertahan di tengah peranan tenaga kerja yang berubah dengan cepat
saat ini. Pada saat yang sama, karyawan juga perlu diberdayakan dan dimotivasi
untuk belajar dengan cara mereka sendiri, diberikan tantangan dan
mengeksplorasi peluang yang ada,” tungkas Ang.




