Moneter.co.id – Maskapai yang berada dibawah naungan Lion Air Group, Batik Air dan Lion Air kembali membuka rute tiga penerbangan internasional pada kuartal kedua tahun ini.
Lion Air akan terbang dari Medan menuju Kuala Lumpur mulai 24 Mei 2017. Penerbangan perdana dimulai dari Bandara Internasional Kuala Lumpur pukul 14.30 waktu setempat. Sebaliknya penerbangan dari Medan melalui Bandara Internasional Kualanamu berangkat pukul 15.30 WIB.
Sedangkan maskapai Batik Air juga akan membuka rute barunya dari Jakarta menuju Kuala Lumpur dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pada 10 Juli 2017.
Penerbangan juga dilakukan sehari sekali dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 14.35 WIB. Sebaliknya, penerbangan dari Kuala Lumpur pukul 19.20 waktu setempat.
Tidak hanya membuka destinasi ke Kuala Lumpur, Batik Air juga membuka penerbangan baru dari Denpasar menuju Perth, Australia, sebanyak dua kali penerbangan per harinya.
Rute tersebut akan mulai beroperasi pada 21 Juni 2017. Penerbangan dari Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar dilakukan pukul 13.10 WITA dan 19.55 WITA, sedangkan dari Perth pukul 08.40 dan 17.30 waktu setempat.
Andy M. Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group mengatakan, selain memperluas jaringan konektivitas untuk destinasi Internasional, penambahan rute ini kami lakukan untuk terus mendorong wisatawan asing agar berlibur di Indonesia.
“Sudah menjadi komitmen Lion Air Group untuk terus membantu pertumbuhan dan perkembangan Pariwisata di Indonesia yang kaya akan keindahan alam dan budayanya,” ujarnya diketerangan resmi yang Moneter.co.id terima, Jumat malam (12/5).
Lion Air dan Batik Air adalah maskapai di Indonesia yang berada dibawah naungan Lion Air Group. Terbang menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800, Boeing 737-900, Airbus A320, dan Airbus A330, keduanya telah terbang ke lebih dari 41 destinasi domestik di Indonesia dan penerbangan Internasional menuju Singapura, Malaysia, China, dan Arab Saudi, dengan total penerbangan perharinya mencapai 839 filghts/day.
“Lion Air dan Batik Air telah mendapatkan izin untuk terbang ke Benua Eropa setelah terbebas dari EU Banned Airlines List, karena tingkat keselamatan dan keamanan telah di akui oleh dunia internasional,” ucap Andy.
Andy menjelaskan, manajemen penerbangan maskapai Lion Air dan Batik Air juga sudah disertifikasi oleh IATA Operational Safety Audit (IOSA) pada November 2016 dan Maret 2017. IOSA adalah audit keselamatan penerbangan internasional tertinggi yang diakui dunia.
“Secara keseluruhan Lion Air Group terima penghargaan dari manajemen Bandara Internasion Changi Singapura, karena telah membantu perkembangan dan pertumbuhan penerbangan Singapura,” pungkasnya.
Group maskapai asal Indonesia ini, berhasil mendapatkan penghargaan dengan kategori penilaian sebagai maskapai dengan daya angkut (load factor) tertinggi, dari maupun menuju Bandara Internasional Changi, Singapura.
Rep.Hap




