Senin, Januari 26, 2026

Making Indonesia 4.0 Kunci Industri Nasional Berdaya Saing Global di Era Digital

Must Read

Moneter.id – Pemerintah
telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dan arah
yang jelas dalam pengembangan industri nasional ke depan, terutama kesiapan
memasuki era revolusi industri 4.0. Langkah strategis ini menjadi agenda
nasional untuk diimplementasikan secara kolaborasi dan sinergi di antara
pemangku kepentingan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif.

“Jadi,
visi pembangunan industri memang harus bersifat jangka panjang. Di dalam Making
Indonesia 4.0, aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk dalam
jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” kata
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sesuai keterangannya yang diterima di
Jakarta, Selasa (1/1).

Menperin
mengemukakan, peta jalan tersebut mampu merevitalisasi industri manufaktur
nasional agar lebih berdaya saing global di era digital. Adapun lima sektor
yang telah dipilih dan mendapat prioritas pengembangan untuk menjadi pionir dalam
penerapan revolusi industri 4.0, yakni industri makanan dan minuman, industri
tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri
elektronika.

“Kelima
sektor tersebut dipilih berdasarkan hasil studi, karena dari lima sektor itu
mampu memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 60
% dan 60% tenaga kerja di industri
dari lima sektor tersebut. Bahkan, kalau kita berbicara global product, 60
% yang beredar di dunia adalah produk dari lima sektor itu,” paparnya.

Namun
demikian, menurut Airlangga, sektor industri lainnya bukan berarti tidak
berperan penting. Penerapan industri 4.0 tidak akan meninggalkan sektor yang
saat ini masih menggunakan teknologi di era industri 1.0-3.0.

“Misalnya
industri tenun yang memakai ATBM atau industri batik dengan canting. Terhadap
sektor tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memproteksi, seperti investor
asing tidak boleh masuk di situ atau masuk daftar negatif investasi,” jelasnya.

Menperin
menambahkan, implementasi industri 4.0 diyakini meningkatkan produktivitas dan
kualitas secara lebih mudah dan maksimal. “Namun, seiring dengan kita mendorong
ke arah teknologi industri 4.0, kita harus juga membangun device, network, dan application (DNA) di dalam negeri,”
tegasnya.

Oleh
karena itu, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pembangunan Digital Capability Center (DCC).
“Jadi, mereka yang belum
menerapkan atau bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM), mereka bisa
memanfaatkan DCC. Kami menargetkan satu atau dua pusat inovasi tersebut
telah terbangun sebelum April tahun 2019,” ungkap Airlangga. 

Lebih lanjut, Kemenperin
telah menunjuk proyek percontohan (lighthouse
industry
) bagi lima sektor unggulan yang ditetapkan di dalam Making
Indonesia 4.0.

Beberapa perusahaan yang
sudah menjadi percontohan dalam implementasi industri 4.0, di
antaranya PT Schneider ElectricManufacturing di sektor
industri elektronika, PT Chandra Asri Petrochemical di industri
kimia, PT Mayora Indah Tbk di industri makanan dan minuman, Sritex di
industri tekstil dan pakaian, serta PT Toyota Motor Manufacturing
Indonesia di industri otomotif.

“Di beberapa industri
tersebut sudah diaplikasikan artificial intelligence (AI) dan
digitalisasi,” imbuhnya.

Sementara
itu, berdasarkan sasaran dari Making Indonesia 4.0, Indonesia akan menjadi lima
besar eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global pada tahun
2030. Di periode yang sama, Indonesia sebagai produsen
tekstil dan pakaian yang masuk dalam jajaran lima besar dunia.

Selanjutnya, industri otomotif di
Indonesia ditargetkan sudah memproduksi kendaraan listrik dan melakukan ekspor
ke negara berkembang.
Kemudian, Indonesia mampu membangun
kemampuan industri elektronika lokal untuk manufaktur komponen lanjutan.

Dan, di industri kimia, Indonesia dibidik menjadi
produsen biofuel dan bioplastic yang masuk lima besar dunia
pada tahun 2030.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pelatihan Ekspor Digital Ajak UMKM Ambil Peluang untuk Tembus Pasar Global

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) antusias dalam mengikuti Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img