Kamis, Januari 15, 2026

Mantan TKI Asal Mataram Bakal Ekspor Kopi Robusta 500 Ton/Tahun ke Korsel

Must Read

Moneter.co.id – Mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kota Mataram, Nusa
Tenggara Barat, Lalu Thoriq (40), menggeluti bisnis kopi dan akan segera
mengekspor sebanyak 500 ton ke Korea Selatan setiap tahun.

“Kopi yang akan diekspor jenis robusta yang diproduksi
petani di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Mudahan tahun ini bisa
terealisasi karena pembelinya sudah menunggu,” kata Lalu Thoriq, di
Mataram dilansir dari Antara.

Menurut TKI yang pernah bekerja di Korea Selatan selama lima
tahun ini, pengusaha dari negeri ginseng tertarik dengan kopi dari NTB, salah
satunya jenis robusta produksi petani di Kecamatan Gangga.

Kopi dari wilayah utara Pulau Lombok dinilai memiliki
kelebihan empat varian cita rasa, yakni rasa gula merah (brown sugar), cokelat,
apel dan karamel. Varian rasa tersebut sangat cocok dengan lidah para penyuka
kopi di Korea Selatan.

Ia mengaku mengenal pengusaha dari Korea Selatan yang
sekarang menjadi mitra bisnisnya ketika masih menjadi pramuwisata (guide).
Profesi memandu wisatawan tersebut dijalani setelah habis masa kontrak kerja di
Korea Selatan.

“Dari perkenalan dengan wisatawan sekaligus pengusaha
kopi dari Korea itu, saya akhirnya memutuskan pensiun menjadi pramuwisata dan
fokus di bisnis kopi sejak dua tahun silam,” ujar Thoriq yang ditemui
setelah mengantar salah seorang pengusaha dari Korea Selatan ke Bandara
Internasional Lombok.

Pria yang sudah membuka kafe kopi kecil-kecilan di Kelurahan
Pagutan, Kota Mataram, ini mengaku sudah beberapa kali mengirim sampel kopi ke
Korea Selatan, namun ditolak terus. Pasalnya, kopi yang dikirim tidak memenuhi
standar.

“Ada sekitar 200 kilo sampel kopi yang saya kirim, tapi
semuanya ditolak. Akhirnya, pengusaha sekaligus mitra usaha dari Korea Selatan
itu datang untuk mengajari teknis standardisasi kopi kualitas ekspor,”
tuturnya.

Meskipun sudah mendapat pengetahuan tentang standardisasi
kopi di Korea Selatan, pengusaha kopi yang tergolong pemula itu juga harus
memenuhi standar kualitas ekspor yang disyaratkan oleh Kementerian Perdagangan.

Thoriq juga harus melengkapi berbagai dokumen perizinan yang
disyaratkan oleh Dinas Perdagangan NTB, agar bisa menjadi eksportir kopi. Namun
semua itu sudah dipenuhi berkat bimbingan dari dinas setempat.

“Mungkin sekitar Juli 2018, saya sudah bisa mengekspor
perdana sebanyak 10 ton sebagai kerja sama tahap pertama. Harganya Rp40 ribu/kg
dan pembeli yang menanggung semua biaya pengiriman,” katanya.

Selain kopi robusta produksi petani Gangga, Kabupaten Lombok
Utara, Thoriq juga mempromosikan semua kopi NTB kepada mitra bisnisnya.
Misalnya, kopi Sembalun di kaki Gunung Rinjani, Pulau Lombok, dan kopi Tepal di
Kabupaten Sumbawa, serta kopi luwak Pulau Lombok dan Sumbawa.

 

(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img