Moneter.id – Mantan Deputi
Kementerian BUMN era Rini Soemarno, Ahmad Bambang meninggal
dunia. Kabar ini diperoleh dari internal Kementerian BUMN dan juga
PT Pertamina. Ahmad Bambang meninggal dikarenakan sakit.
“Kami atas nama
keluarga besar Pertamina menyampaikan rasa duka yang paling dalam atas
berpulangnya pak Ahmad Bambang. Semoga almarhum husnul khotimah, diterima amal
ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin,”
kata VP of Corporate Communication at PT Pertamina (Persero) Fajriyah
Usman, Senin (10/5/2021).
Direktur Utama PT Barata
Indonesia (Persero), Fajar Harry Sampurno. Harry sendiri merupakan rekan
seperjuangan Ahmad Bambang ketika sama-sama menjadi Deputi di
Kementerian BUMN.
“Innalilahi
wainnailahi rojiun, semoga beliau husnul khotimah. Beliau berjuang dengan
penyakit kankernya sudah sejak lama,” ucapnya.
Sementara, Direktur
Eksekutif 98 Institute, Heriyono mengatakan, beliau orang baik dan banyak
berjasa pada negara, khususnya Pertamina.
“Kata-kata beliau yang
selalu membekas dan menjadi penyemangat hidup saya yaitu, “Gagal ulangi, salah
perbaiki, berhenti mati”,” tungkasnya.
Semasa hidupnya, Abe
sapaan karib Ahmad Bambang sendiri telah berkarir di Pertamina sejak 1989. Ia
menjabat sebagai wakil dirut Pertamina sejak diangkat pada 21 Oktober 2016
lalu.
Pria kelahiran Kediri 54
tahun lalu ini sebenarnya tidak bercita-cita masuk jajaran direksi Pertamina.
Dahulu, Bambang bercita-cita jadi Guru Besar di Institut Teknologi Bandung
(ITB). Tapi nasib berkata lain.
Setelah lulus dari
jurusan Teknik Informatika ITB pada 1986, Bambang sempat menjadi dosen.
Keinginannya saat itu adalah bersekolah ke luar negeri hingga menjadi profesor.




