Moneter.id – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan pemerintah
akan terus mendukung ekspor produk bernilai tambah seperti produk olahan kopi
industri dalam negeri.
“Masalah utama ekspor
Indonesia adalah lebih dari 50% masih mengandalkan komoditas seperti batubara,
pertambangan, dan minyak sawit. Untuk itu, menjadi tugas kita mempromosikan
lebih banyak ekspor produk-produk bernilai tambah seperti produk olahan kopi,”
ungkap
Mendag saat konferensi pers “Bangga Sebegai Indonesia “Mayora Sukses Menembus
Pasar Ekspor Ke Rusia” di kantor PT Mayora Indah, Jakarta Barat, pada hari ini,
Rabu (6/2).
Mendag menyampaikan, kopi bukan hanya sekedar
produk, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Pada 2018, konsumsi kopi dunia sekitar
157 juta kantong, dengan pertumbuhan sebesar 2% per tahun dan permintaan kopi
akan berlipat ganda pada tahun 2050. Di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang,
pertumbuhan permintaan kopi bahkan lebih tinggi yaitu lebih dari 3% per tahun.
Finlandia adalah negara dengan penduduk terbanyak
peminum kopi di dunia dengan rata-rata 12,9 kg per orang setiap tahunnya atau
rata-rata sekitar 14 cangkir sehari. Hal ini diikuti negara-negara Nordik
beriklim dingin lainnya seperti Norwegia, Islandia, dan Denmark.
“Kopi sangat populer di
negara-negara bersuhu dingin karena tidak hanya membantu memulihkan energi,
tetapi juga memberi kehangatan dan kenyamanan,” kata
Mendag.
Mendag mengungkapkan Indonesia mengalami defisit
pada total neraca perdagangan dengan Rusia, mencapai USD 476,5 Juta untuk
periode Januari hingga November 2018 dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.
Oleh karena itu, Kemendag sangat mengapresiasi PT
Mayora Indah yang telah berkerja keras dalam meningkatkan nilai ekspor produk
olahan kopi ke Rusia. Hal ini dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua
negara, khususnya dalam perdagangan dan investasi.
Saat ini, Mayora telah terdaftar sebagai salah satu
“Top 20” merek Indonesia yang terkenal di seluruh dunia, bersama
dengan Indomie, Astra, Gudang Garam, dan Semen Indonesia. Saat ini,
produk-produk Mayora telah menembus pasar 100 negara di seluruh dunia, seperti
negara-negara di ASEAN, China, India, negara-negara di kawasan timur tengah,
Amerika Serikat, Irak, dan Palestina.
Mendag juga menambahkan, tahun lalu Mayora telah
sukses mencatatkan ekspor 1000 kontainer produk olahan kopi ke Rusia dengan
pertumbuhan sekitar 30% disbanding tahun sebelumnya.
“Indonesia selalu melihat
Rusia sebagai mitra strategis. Diharapkan ekspor produk olahan kopi ke Rusia
akan meningkatkan kepercayaan kepada Indonesia sebagai mitra strategis,” imbuhnya.
Selain Mendag, konferensi pers ini dihadiri oleh
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva, Direktur Jenderal
Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Muhammad Anshor, Presiden Direktur
Mayora Group Andre Atmadja, serta mitra distributor Mayora di Rusia.




