Kamis, Januari 15, 2026

Mendag Enggar Pimpin Misi Dagang ke Jepang

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian
Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk memperluas akses bagi produk-produk
Indonesia. Menyasar pasar Jepang, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita akan
memimpin delegasi misi dagang Indonesia ke Negeri Matahari Terbit ini pada
28-30 November 2017.

“Dengan
misi dagang ini, diharapkan Jepang dapat meningkatkan komitmennya untuk
memberikan akses lebih luas bagi produk-produk Indonesia terutama produk
makanan, produk pertanian dan perikanan, serta jasa tenaga kerja terampil
seperti perawat, pengasuh, dan tenaga kerja terampil lainnya,” kata Mendag
Enggar disiaran persnya, Minggu (26/11).

Selain itu, lanjut
Mendag, misi dagang ini juga membuka peluang kerja sama untuk mendorong produk
Indonesia masuk ke pasar Jepang melalui sistem distribusi ritel yang ada di
Jepang,” ujar Mendag Enggar.

Misi dagang
kali ini diikuti 21 perusahaan yang terdiri dari berbagai sektor usaha, antara
lain makanan olahan, produk herbal, tekstil dan produk tekstil, produk-produk
kreatif (mainan, fesyen, furnitur, teknologi, dekorasi rumah), kertas, minyak
kelapa sawit dan turunannya, minyak esensial, produk-produk manufaktur (ban,
pupuk), serta energi terbarukan.

“Melalui
misi dagang ini diharapkan pelaku usaha Indonesia dapat meningkatkan ekspor
berbagai komoditas, baik yang selama ini telah masuk ke Jepang maupun yang
belum,” tandasnya.

Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan nonmigas
Indonesia-Jepang pada periode tahun 2012-2016 memperlihatkan pertumbuhan yang
negatif sebesar 14,70%. Namun demikian, total perdagangan Indonesia-Jepang pada
periode Januari-September tahun 2017 tercatat USD 23,8 miliar dan memberikan
surplus bagi Indonesia sebesar USD 2,5 miliar. Nilai ini meningkat 11,63%
dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD 21,3 miliar.

Produk
ekspor utama Indonesia ke Jepang pada tahun 2016 antara lain batubara, biji
tembaga, nikel, kayu lapis, udang, kertas dan produk kertas, minyak sawit dan
turunannya, furnitur, kopi, alas kaki, pakaian, dan ban kendaraaan bermotor.

Menurut
Mendag, misi dagang ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Mendag dengan
Delegasi JETRO yang dipimpin Wakil Presiden JETRO Yuri Sato pada 10 Agustus
2017 lalu di Kantor Kemendag, Jakarta.

“Pada
pertemuan tersebut pihak kedua pihak berkomitmen meningkatkan hubungan kerja
sama kedua negara di bidang ekonomi dan perdagangan. Saat itu, JETRO mengundang
para pelaku usaha Indonesia mengunjungi Jepang dan akan mempertemukan pelaku
usaha Indonesia dengan pelaku usaha Jepang,” imbuh Mendag.

Sementara, Direktur
Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda menyampaikan, Kementerian
Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen
PEN) dan JETRO Kantor Jakarta telah memiliki nota kesepahaman (MoU) yang
meliputi pengembangan produk UKM untuk pasar ekspor; peningkatan kemampuan UKM
dalam kegiatan usaha; peningkatan ekspor produk-produk bernilai tambah;
peningkatan keterlibatan produk Indonesia dalam rantai nilai global;
pengembangan pasar-pasar ekspor baru; serta peningkatan promosi, fasilitasi,
dan kerja sama teknis bagi pelaku usaha nasional.

Rangkaian Kegiatan Misi Dagang

Berbagai
kegiatan dan pertemuan akan dilakukan dalam rangkaian Misi Dagang ini.
“Ini merupakan upaya mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan
perdagangan kedua negara. Sebagai mitra utama di pasar tradisional bagi
Indonesia, pertemuan Mendag dengan berbagai pihak di Jepang sangat penting dan
berarti,” jelas Arlinda.

Para pelaku
usaha Indonesia dijadwalkan bertemu dan berinteraksi langsung dengan mitra
bisnisnya dalam kegiatan forum bisnis dan one
on one business matching
. Setelah pelaksanaan forum bisnis dan one on one business matching.

Mendag
dijadwalkan berkunjung ke AEON untuk menyaksikan penandatangan nota kesepahaman
antara Dirjen PEN, Kemendag dengan Chairman AEON. Kerja sama ini merupakan
upaya peningkatan ekspor fast-moving
consumer goods
(FMCG) Indonesia ke Jepang melalui jaringan ritel AEON. AEON
merupakan salah satu supermarket terbesar di Jepang yang memiliki lebih dari
3000 gerai di seluruh Jepang dan negara lainnya mencakup toko ritel, drugstore,
maupun supermarket.

Selain itu, Mendag
juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri
Jepang (METI) Hiroshige Seko, Federasi Bisnis Jepang Keidanren, Secretary
General of Liberal Democratic Party Toshihiro Nikai, Former Prime Minister of
Japan yang juga merupakan President of Japan–Indonesia Association (JAPINDA)
Yasuo Fukuda.

Pertemuan
ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara. Mendag juga
dijadwalkan bertemu dengan President & CEO of Mitshubishi Corporation serta
diaspora Indonesia yang berada di Jepang.

Hubungan
bilateral Indonesia-Jepang yang telah berlangsung hampir sepanjang 60 tahun
sejak tahun 1958, menjadikan Jepang sebagai mitra strategis Indonesia. Hal ini
ditandai dengan keberadaan Jepang yang saat ini menduduki urutan ke-3 sebagai
negara tujuan ekspor utama Indonesia setelah Amerika Serikat dan China. Selain
itu, Jepang berada di urutan ke-2 negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.

 “Kita berharap, misi dagang ini dapat
memperoleh hasil yang maksimal, sehingga ekspor kita ke Jepang dapat terus
meningkat,” pungkas Arlinda. (TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img