Sabtu, Maret 14, 2026

Menilik Nilai Jual Kembali Mobil Program LCGC di Indonesia

Must Read

Moneter.co.id – Fenomena produk kendaraan program low cost green car (LCGC), saat ini
mungkin kurang terekspos karena kehadiran mobil baru berjenis low MPV. Model
terakhir LCGC di pasar otomotif nasional yakni, Toyota Calya dan Daihatsu Sigra
kini pun sudah setahun dijual di pasar otomotif nasional.

Kemudian bagaimana harga bekasnya di
pasaran? Untuk itu, divisi penelitian dan pengembangan (Litbang) Carmudi.co.id melakukan riset mengenai
nilai penyusutan harga mobil (depresiasi) dalam kondisi setelah terpakai/bekas
(used) di berbagai kota besar di
Indonesia.

Tidak hanya Calya dan Sigra, litbang
Carmudi.co.id juga mengungkapkan nilai depresiasi terhadap produk LCGC lainnya.
Untuk lebih berimbang, semua LCGC yang akan dihitung penyusutan harganya adalah
kendaraan produksi tahun 2016.

Head of Marketing and Public Relations, Carmudi.co.id Chandra Sidik mengatakan, di peringkat dengan nilai depresiasi
yang terbaik dan cenderung stabil adalah Toyota Agya 2016. Harga jual bekasnya
di pasaran saat ini berkisar Rp88 hingga 130 juta. Itu berarti Toyota Agya
memiliki 5-23% nilai depresiasinya.

“Harga jual kembali mobil bekas pada
umumnya tergantung banyak faktor, seperti perawatan kendaraan, ketersediaan
suku cadang, layanan purna jual merek mobil tersebut dan juga ketersediaan unit
atau stok di pasar mobil bekas,”
katanya, Senin (16/10).  

Kemudian, di posisi kedua ditempati
mobil Daihatsu Sigra produksi 2016. Nilai penyusutan harga LCGC ini berkisar
5,6-12,75%. Ketiga itu Daihatsu Ayla (10%), diikuti Suzuki Karimun Wagon R
(10-12%), Toyota Calya (13-15%), Honda Brio Satya (16-21%) dan posisi terakhir
itu varian Datsun GO+ (17-26%).

Sementara, Ketua Ikatan Pedagang
Mobil Bekas Jakarta Timur (IPMJ), H. Ahmad Fadillah
mengatakan, peminat Datsun GO+ Panca di
pasar mobil bekas ya, biasa saja. Jika dibandingkan dengan Daihatsu Sigra atau
Toyota Calya bekas, ya masih kalah.

“Saat ini kondisi stok mobil
bekas jenis LCGC juga masih banyak. Bahkan, katanya, semakin bertambah.
Sementara peminatnya justru tidak meningkat. Berbeda dengan mobil bekas lainnya
yang terkadang ada periode dimana model tertentu suka banyak dicari konsumen
,” ujarnya.

Chandra menjelaskan jumlah populasi
listing (iklan mobil dijual) LCGC tidak begitu banyak. Dari 60 ribu listing,
iklan mobil LCGC hanya berisi 4% saja. Meskipun demikian banyak pencari mobil
bekas/calon konsumen LCGC bekas mencari secara online dan penyumbang traffic sebesar 19%.

“Jika ditotal pengunjung situs kami yang
mencari mobil jenis LCGC masih relatif banyak. Kebanyakan pengunjung online
mencari merek Toyota Agya dan Calya bekas,” kata
Chandra.

Dengan pertumbuhan pengguna setiap
hari lebih dari 1.000 listing, maka sudah dapat dipastikan ragam kendaraan
bekas terlengkap bisa ditemukan secara online.

Seperti
diketahui, Carmudi telah membuka sarana Carsentro (Carmudi Sentra Otomotif) bagi
peminat untuk dapat
melihat, merasakan atau menjajal mobil
bekas yang akan dibeli
nya langsung.
Carsentro
telah hadir di Semarang, Solo, Yogyakarta, Tangerang, Surabaya dan
Makassar.



(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Jumlah Pemegang Saham LAPD Naik Signifikan, Seiring Masuknya Pengendali Baru

Jumlah pemegang saham PT Leyand International Tbk tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img