Moneter.id
– Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis
pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2021 atau periode April-Juni 2021
mencapai 7 persen dengan melihat beberapa indikator mulai dari realisasi
penanaman modal asing (PMA) hingga indeks keyakinan konsumen (IKK) yang terus
membaik.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal
kedua akan bergerak positif, diperkirakan mencapai 7 persen,” katanya di
Jakarta, Sabtu (15/5).
Menko menyebutkan realisasi PMA telah
mencapai 54,6 persen dan IKK per Maret 2021 untuk kelompok masyarakat
pengeluaran di bawah Rp5 juta mencapai 90,1 atau mendekati zona normal 100.
Selain itu, perkembangan ekspor dan
impor juga sudah kembali normal termasuk belanja pemerintah yang telah berada
di jalur positif.
“PMTB kita sudah mendekati arah
positif 0,23 persen. Bahkan ekspor 6,74 persen lebih tinggi dibanding
pra-COVID, sedangkan impor barang modal dan konsumsi 5,27 persen,” kata
Airlangga.
Menurutnya, kenaikan harga komoditas
seperti sawit, karet, nikel, tembaga, dan batubara telah mendorong pemulihan
ekonomi yang tercermin dari perbaikan kondisi perekonomian daerah sepanjang
kuartal I 2021.
Kondisi perekonomian di Pulau
Sumatera tercatat telah mendekati arah positif 0,86 persen dan Pulau Jawa
berada pada angka 0,83 persen.
Sementara itu, sebagian pulau di
tengah dan timur Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif,
yaitu Sulawesi sebesar 1,2 persen dan Papua 8,97 persen.
“Tentunya,
ini didorong oleh harga-harga komoditas baik itu sawit, karet, nikel, copper,
dan batubara,” ujar Airlangga.




