Moneter.co.id – Revolusi industri keempat atau “revolusi industri
4.0”, dimana setiap sektor produksi di industri sudah terintegrasi secara
online, tidak bisa dihindari. Demikian disampaikan Menteri Koordinator (Menko)
Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan saat menjadi pembicara kunci
dalam seminar perindustrian, di Jakarta, Senin (11/12).
“Revolusi industri 4.0 bagaimanapun juga
kita harus cermati ini. Kita tidak bisa menghindarinya,” kata Menko Darmin
Ia menjelaskan, agar siap menghadapi revolusi industri 4.0 tersebut,
peningkatan kapasitas SDM menjadi hal yang krusial untuk djawab. “Pemerintah
telah berupaya untuk mendorong meningkatnya kualitas SDM di Tanah Air,” ujar
Menko.
“Ini adalah area yang tidak bisa tidak harus kita jawab
segera. Pemerintah sudah punya langkah-langkah di bidang ini walau untuk
mewujudkan dalam skala besar ternyata bukan main tantangannya, namun kalau
skala terbatas sudah berjalan,” kata Menko Darmin.
“Revolusi indutri 4.0” memang mengedepankan otomasi
dalam proses produksi industri yaitu memanfaatkan tenaga robotik yang terhubung
dengan internet dalam pengoperasiannya. Di Indonesia, industri yang sudah siap
menjalankan revolusi industri 4.0 antara lain industri petrokimian, makanan dan
minumman, semen, dan otomotif.
Revolusi industri 4.0 pertama kali dicetuskan pada 2011 oleh
Jerman dan kemudian menjadi tema utama pada World Economic Forum (WEF) 2016 di
Davos, Swiss. Sejumlah negara yang telah memiliki program-program untuk
mendukung industrinya menuju revolusi itu antara lain Jerman, Inggris, Amerika
Serikat, China, India, Jepang, Korea, dan Vietnam.
“Di dunia digital saat ini, industri memang harus cermat
memilih produk unggulan yang bisa dihasilkan sehingga bisa bersaing dengan
produk dari negara-negara lain, walaupun dari sisi teknologi belum optimal,”
tegas Menko Darmin. (HAP)




