Moneter.id – Organisasi
mandiri bersifat nirlaba, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) diminta
melaksanakan fungsinya sebagai mitra kerja pemerintah dan pemerintah daerah,
serta menjadi wadah komunikasi dan konsultasi para anggota dalam penyenggaraan
“GIPI bisa mengkoordinasikan para industri
pariwisata di daerah untuk sama-sama berperan dalam proses pengembangan ekosistem
pariwisata di Tanah Air,” harap Menteri Pariwisata Arief Yahya akhir pekan lalu
di Jakarta.
Menpar menyatakan,
berfungsi sebagai mitra kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta
wadah komunikasi dan konsultasi para anggotanya dalam penyelenggaraan dan
pembangunan kepariwisataan.
“Sebaiknya,
industri dikoordinasikan oleh GIPI, karena GIPI sangat mudah untuk lintas
kementerian dan lintas sektor. Namun tantangan terbesarnya adalah environmental
sustainable development, karena GIPI lebih cair sehingga bisa tidak membuat
antar kementerian berhadap-hadapan,” katanya.
Menpar
mendorong semua anggota GIPI untuk meningkatkan daya saing pariwisata
Indonesia, dengan menggunakan kriteria yang berlaku di dunia seperti TTCI
(Travel and Tourism Competitiveness Index) yang dikeluarkan oleh World Economic
Forum (WEF).
“Sebagai
bentuk sinergi Pentahelix, para industri untuk berpartisipasi meningkatkan daya
saing pariwisata Indonesia dengan memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam
upaya-upaya strategi perbaikan pariwisata Indonesia sesuai dengan pilar-pilar
TTCI, khususnya pada Top Bottom 3, yaitu Environmental Sustainability, Health
and Hygiene, dan Tourist Service Infrastructure,” katanya.
Indeks
Daya Saing Pariwisata Indonesia yang diranking oleh lembaga dunia, World
Economic Forum (WEF) dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2019
beranjak naik. Kini berada di posisi 40 dari 140 negara yang dikalibrasi dengan
global standar.
Seperti
diketahui, Singapura yang dinilai paling maju di kawasan ASEAN, turun 5
peringkat, dari peringkat 12 ke 17 dunia. Malaysia, yang dikenal sebagai ‘musuh
bebuyutan’ Indonesia, juga turun 3 peringkat, dari peringkat 29 ke 26. Thailand
naik 3 tingkat, dari peringkat 34 ke 31. Sedangkan Vietnam naik 4 peringkat,
dari peringkat 67 ke 63.
Sementara,
Ketua GIPI, Didien Junaedy menegaskan, GIPI sebagai mitra pemerintah siap
mendukung program dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun
mendatang.
“Peran
industri pariwisata berada di garis terdepan dalam pembangunan dan pengembangan
pariwisata Indonesia,” katanya.




