Sabtu, Maret 7, 2026

Menperin: Era Digital Wujud Ekonomi Gotong Royong Sesungguhnya

Must Read

Moneter.co.id – Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto
menyatakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menumbuhkan wirausaha industri baru di
dalam negeri dengan pemanfaatan
perkembangan teknologi digital terkini.

“Era
ekonomi digital seperti sekarang ini merupakan wujud ekonomi gotong royong yang
sesungguhnya dan konkret,” kata
nya disela
acara Syukuran 8 Tahun Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/
01).

Menperin
menyebutkan,
melalui e-commerce orang-orang berkumpul dengan membawa produk mereka masing-masing
sehingga tercapai keuntungan. Dengan terobosan inovasi teknologi digital, biaya
intermediasi bisa jadi nol.

Oleh
karena itu, menurut Menperin, sektor manufaktur nasional khususnya skala kecil
dan menengah
harus dipacu untuk bertransformasi menuju
“Industri Zaman Now” atau industri yang terintegrasi dengan infrastruktur
digital.

Baca juga: HUT Kedelapan, Bukalapak Besar Bersama UKM Indonesia

“Hal ini sesuai yang ditegaskan Bapak Presiden
Jokowi, bahwa Industry 4.0 atau Industri Zaman Now akan menjadi salah satu
faktor pendorong ekonomi,” ujarnya.

Saat ini
Kemenperin telah meluncurkan sistem terpadu melalui e-Smart IKM, sebagai basis
data yang terjalin dengan marketplace
di Indonesia. Program e-Smart IKM yang bekerjasama dengan Bukalapak hingga
tahun 2017 sudah tercatat lebih dari 1730 pelaku IKM yang tergabung dari 23
provinsi.

Pada
tahun 2018,
workshop e-Smart IKM akan
kembali dilaksanakan dengan target peserta sebanyak 4000 pelaku IKM yang
tersebar di seluruh
wilayah Indonesia.

Selanjutnya, tahun 2019, jumlah yang
terlibat diharapkan
mencapai 5000 pelaku IKM. Sehingga pada tahun depan, sudah ada lebih dari
10.000 pelaku IKM yang tergabung di dalam sistem e-Smart
IKM.

“Dalam program ini juga mendorong para pelaku IKM
agar melakukan terobosan inovasi, dengan memperbaiki produk, pengembangan
desain, serta mengikuti pendidikan dan pelatihan,” imbuhnya.

Menperin
mengapresiasi kepada
Bukalapak yang saat ini memiliki pengguna aktif bulanan
mencapai
35 juta dengan jumlah pelapak menyentuh angka 2,2 juta. Artinya, 30%
warganet di Tanah
Air mengakses Bukalapak dalam sebulan.

New future production di Indonesia ada
dua jenis, yaitu e-commerce yang
bersifat market to market dan
Industry 4.0 yang
sifatnya industrial products. Untuk yang kedua, kita
punya industri pilot-nya, yaitu industri otomotif, makanan dan
minuman,
serta elektronik. Kita juga punya kesempatan untuk
menjadi champion di Asia, dengan
potensi yang kita
miliki seperti pasar smartphone
dan perguruan tinggi dalam jumlah banyak,” paparnya.

Sementara, CEO
Bukalapak Achmad Zaky menyampaikan, dengan bertepatan memasuki usia ke-8 tahun,
Bukalapak telah menempati posisi sebagai unicorn
atau startup
dengan valuasi mencapai USD1 miliar. Bahkan, posisinya diprediksi sebagai
unicorn ke-4 di Indonesia dan peringkat tujuh besar di Asean.

“Ke
depan, Bukalapak ingin terus mendorong IKM di Indonesia untuk naik kelas dan
berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi nasional. Salah satunya dengan
peningkatan layanan yang sama-sama menguntungkan bagi pelapak dan konsumen,”
kata Zaky.

 

(TOP)

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img