Kamis, April 23, 2026

Menperin: Pengembangan Pesawat N219 Sejalan Nawacita

Must Read

Moneter.co.id – Menteri
Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengapresiasi kepada PT Dirgantara
Indonesia (PTDI) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
yang bekerja sama dalam membangun Pesawat N219. 

Karya anak bangsa ini akan digunakan
untuk moda transportasi penyambung tol laut guna mengangkut logistik dan
penumpang yang tinggal di daerah pedalaman. “Pengembangan pesawat ini sejalan
dengan program pemerintah yang tertuang dalam Nawacita,” kata Airlangga, Jumat
(10/11).

Pesawat bermesin
dua dengan kapasitas 19 penumpang ini bernama Nurtanio oleh Presiden Joko
Widodo. Nurtanio diambil dari nama perintis industri pesawat terbang Indonesia,
Laksamana Muda (Anumerta) Nurtanio Pringgoadisuryo.

Menperin menjelaskan, pengembangan
pesawat N-219 merupakan program nasional yang melibatkan peran beberapa
kementerian, lembaga dan BUMN.

Tujuannya,
lanjut Airlangga untuk menciptakan pesawat udara jarak menengah dalam rangka
membangun konektivitas dan memobilisasi daerah-daerah terluar, terpencil, dan
tertinggal, serta mempertahankan penguasaan teknologi kedirgantaraan. 
“Dalam pelaksanaan proyeknya,
Kemenperin juga berperan dalam pengembangan industri komponen pesawat,”
ujarnya. 

Hal ini sejalan untuk mewujudkan
kemandirian industri kedirgantaraan nasional, dengan upaya Kemenperin yang
telah memfasilitasi terbentuknya Asosiasi Industri Pesawat dan Komponen Pesawat
atau Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM).

Para anggota asosiasi tersebut,
terdiri dari berbagai sektor industri seperti industri baja, karet, plastik,
dan polyurethane serta lembaga riset dan konsultan. 

Di sektor jasa perawatan dan perbaikan
pesawat, Kemenperin juga memfasilitasi berdirinya Indonesia Aircraft
Maintenance Services Association (IAMSA), salah satu anggotanya adalah PT.
Garuda Maintenance Facility (GMF). “Sinergi antar pemangku kepentingan dalam
pengembangan Pesawat N219 sangat penting” ucapnya. 

“Sesuai yang disampaikan
Bapak Presiden, kita tidak perlu ribut-ribut. Yang penting adalah kerja. Dan,
inilah bukti dari hasil kerja putra-putri bangsa kita yang akan terus
dilanjutkan hingga generasi anak-anak kita nanti,” paparnya.

Pengembangan prototipe pesawat N-219
dimulai pada 2013 dan saat ini sedang menjalani beberapa test uji kelaikan
untuk mendapatkan Type certificate.

Sertifikat
kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat untuk N219 ini akan dikeluarkan
oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian
Perhubungan.

PTDI akan
menyiapkan dua purwarupa pesawat N219 untuk uji terbang hingga mencapai 300
Flight Hours dan dua purwarupa lainnya untuk dilakukan fatigue test, flight
test development dan flight test certification yang membutuhkan 3000 cycle
fatigue test untuk mendapatkan Type Certificate di tahun 2018.

Selanjutnya dimulailah tahapan serial
production untuk mendapatkan Production Certificate, sehingga pada tahun 2019
nanti, pesawat pertama N219 sudah siap dan laik untuk memasuki pasar, dengan
prioritas memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang kompetitif.

Kemenperin akan mendukung pengembangan
pesawat N219 Amphibi. Beberapa dukungan yang bakal dilakukan, di antaranya
membuat regulasi, menyiapkan industri pendukung (komponen dan MRO), sosialisasi
dan promosi, fasilitasi pembiayaan ekspor, pengembangan komponen yang
dibutuhkan, serta dukungan fasilitas lainnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Properti Nasional Masuk Fase Undervalued, Investor Perempuan Pimpin Akumulasi Aset di Tengah Inflasi Tinggi

Pembukaan kuartal II/2026 diwarnai anomali tajam di sektor properti nasional. Di saat Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak 4,76% secara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img