Kamis, Januari 15, 2026

Menperin: Semoga Pengusaha Taiwan Berminat Investasi di Sektor Otomotif

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan Indonesia
akan menjadi hub atau pusat pengembangan produksi kendaraan listrik di kawasan
ASEAN pada tahun 2030. Hal ini antara lain ditopang melalui potensi pasar yang
sangat besar.

“Maka itu, salah satu fokus pemerintah adalah
merumuskan dan menerbitkan kebijakan yang mendukung target tersebut. Kami
berharap pelaku industri Taiwan ada yang berminat investasi di se
ktor otomotif,” kata Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (23/12).

Kata Agus, pemerintah
Indonesia membuka pintu kepada para investor yang ingin masuk ke Indonesia
untuk menumbuhkan industri manufaktur, termasuk sektor otomotif. Langkah ini
guna memperkuat struktur industri di dalam negeri, mulai dari sektor hulu
sampai hilir.

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan
Bermotor Indonesia (Gaikindo), rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar
87 unit per 1.000 orang, masih rendah di bawah negara tetangga seperti Malaysia
yang mencapai 450 unit per 1.000 orang dan Thailand sebanyak 220 unit per 1.000
orang.

Menperin Agus menilai, prospek penjualan
mobil di Indonesia masih sangat menjanjikan. Sebab, apabila bertambah satu unit
saja dari 87 ke 88 unit, berarti penjualan akan naik sekitar 260 ribu unit.

“Dengan populasi penduduk kita 260 juta jiwa,
maka room to grow bagi industri ini begitu besar,” ungkapnya.

Sementara,
berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan satu dari
lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan, terutama agar siap
mengimplementasikan industri 4.0.

“Jadi, industri otomotif sebagai bagian dari lokomotif
sektor manufaktur di dalam negeri, yang akan mendongkrak PDB nasional menjadi 10
besar di dunia pada tahun 2030,” imbuhnya.

Menteri Agus
menambahkan, pemerintah juga mentargetkan sekitar 20
% dari total produksi
nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 adalah sepeda motor listrik.
Indonesia menargetkan produksi
mobil bertenaga listrik bisa mencapai 400 ribu unit atau 20
% dari total produksi pada
tahun 2025. Dari jumlah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan hingga tahun
2029
,” ujarnya.

Target peningkatan produksi kendaraan listrik
di Tanah Air, telah didukung melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55
Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Ber-motor Listrik Berbasis
Baterai.

“Perpres No. 55/2019 ini mengamanatkan
pengaturan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kendaraan Bermotor
Listrik (KBL) Berbasis Baterai termasuk sepeda motor listrik guna meningkatkan
nilai tambah industri dalam negeri,” tegas Agus.

Untuk itu, pemerintah mengajak industri
komponen dan pendukung otomotif bersama-sama menyiapkan diri untuk memasuki era
kendaraan listrik maupun teknologi kendaraan ramah lingkungan lainnya melalui
peningkatan sumber daya manusia dan manajemen industri, serta peningkatan
penguasaan teknologi melalui aktivitas Research and Development
(R&D) dan desain.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img