Moneter.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan salah satu keberhasilan sistem mekanisasi dalam pengolahan pertanian pada bulan Agustus tidak lagi melakukan impor jagung.
“Biasanya setiap Agustus kita Impor 2,5 juta ton jagung. Tapi dengan adanya mekanisasi ini kita tidak impor jagung lagi,” katanya, Selasa (8/8).
Meski kini terjadi kenaikan harga jagung, lanjut Mentan, kondisi tersebut terbilang wajar. “Biarkan petani jagung mendapatkan keuntungan dari penjualannya. Yang penting kita berikan batas atasnya,” ujarnya.
Mentan menjelaskan, jika petani ingin terus mengolah lahan pertaniannya dengan tidak berpindah tempat atau beralih profesi maka harus diberikan keuntungan dalam penjualannya.
“Kita sudah ada keseimbangan harganya Rp3.110 di tingkat petani dijual ke pabrik sekitar Rp4.000-4.500,” tutup Mentan (Sam)




