MONETER – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
menargetkan percepatan digitalisasi di 1.000 pasar rakyat dan 1.000.000
pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
“Hal ini sejalan dengan perintah Presiden
Joko Widodo (Jokowi) agar Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan digitalisasi pasar rakyat, sehingga
pasar-pasar rakyat memiliki lokapasar atau marketplace dan platform
untuk menuju era digital yang sekarang sudah masuk di negara kita,” kata Zulhas disiaran pers yang diterima Moneter, Minggu (17/7/2022).
Namun,
katanya, jangan sampai digitalisasi pasar ini
berimbas pada tutupnya pasar konvensional. Artinya, ekosistem daring dibangun
dan ekosistem luring dikembangkan.
Alhasil, Kemendag bekerja sama dan
berkolaborasi nyata dalam penerapan digitalisasi di pasar rakyat dan pelaku
UMKM dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia melalui
program transaksi nontunai Sehat, Inovatif, Aman, Pakai (SIAP) Quick Response Code Indonesian Standard
(QRIS); pemanfaatan lokapasar melalui Tokopedia; pemanfaatan ride hailing
melalui Grab; penerapan situs web pasar, informasi harga dan pencatatan omzet
pasar melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP); penerapan informasi
harga barang kebutuhan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok
(SP2KP); dan penerapan pembayaran retribusi secara elektronik melalui perbankan
daerah maupun nasional.
Baca juga: 90 Persennya Pedagang UMKM, Pengguna QRIS Tembus 19
Juta Lebih
“Saya
sangat berharap digitalisasi perdagangan yang dilakukan di pasar rakyat dan
UMKM dapat menjadi salah satu upaya untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang maju dan inklusif. Dengan jumlah lebih dari 64 juta, UMKM
Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengakselerasi transformasi digital
sektor perdagangan dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital
Indonesia,” jelas Mendag Zulkifli Hasan.
Mendag melanjutkan, hingga Juli 2022 sudah
terdapat 2.047 pasar rakyat menggunakan situs web pasar melalui SISP; 9 pasar
rakyat on-boarding pemasaran secara
digital di Tokopedia; 537 pasar rakyat memanfaatkan e-monitoring harga bapok melalui SP2KP; 9,7 juta UMKM memanfaatkan
SIAP QRIS, 106.702 pedagang telah menggunakan pembayaran retribusi secara
elektronik yang onboarding dan
memanfaatkan platform digital, serta rencana implementasi pembukaan GrabMart
bagi pedagang pasar di 9 kota di Indonesia.




