Selasa, Januari 27, 2026

Miliki Sejumlah Potensi, Sektor Hasil Perkebunan Indonesia Bisa Bersaing Melalui Industri 4.0

Must Read

Moneter.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI)
Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara menyatakan,
Indonesia memiliki sejumlah
potensi
untuk memanfaatkan momentum
revolusi
industri 4.0.

“Seperti,  jumlah angkatan kerja yang
banyak
(bonus demografi),
permintaan domestik yang
besar,
pertumbuhan ekonomi yang stabil
,
memiliki struktur produksi
manufaktur yang dalam, serta
ketersediaan
sumber daya alam yang melimpah
,” ucapnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2/05).

Ngakan menyebutkan, industri kakao misalnya, salah satu sektor hasil
perkebunaan
ini
memiliki potensi pertumbuhan yang besar
di Indonesia karena didukung oleh sumber daya pertanian yang
berlimpah dan permintaan domestik yang besar
.

Menurut
data BPS,
sepanjang tahun 2018, nilai ekspor lemak
dan minyak kakao mencapai US
D824,05
juta.
Indonesia
telah menjadi penyuplai bahan baku kakao terbesar ketiga di dunia. Diharapkan
, di masa depan,
Indonesia bisa menjadi negara unggulan eksportir barang jadi produk kakao,
bukan lagi eksportir bahan baku
,” paparnya.

Guna lebih memacu daya saing produk sektor hasil
perkebunan, menurut Ngakan,

pihaknya telah mendorong pelaku industrinya untuk memanfaatkan teknologi terbaru
dalam pro
ses produksinya.

“Dengan
memanfaatkan teknologi terbaru
khususnya
yang mengarah ke industri 4.0, efisiensi dan
produktivitas perusahaan akan meningkat sehingga dapat
pula mendongkrak profit perusahaan dan
pendapatan pekerja
,” tegasnya.

Sejak
tahun 2018
,
dalam
upaya menciptakan
ekosistem inovasi yang mendukung
industri
4.0, telah dilakukan kegiatan penelitian dan perekayasan di beberapa unit di
bawah BPPI sebagai proyek
percontohan.
Misalnya,
litbang i
ndustri
pengolahan
kakao
berbasis
industri 4.0 oleh Balai Besar
Industri Hasil Perkebunan (BBIHP)
di Makassar.

Selanjutnya, memperbarui proses Modified cassava flour
(Mocaf) berbasis
industri 4.0 oleh Balai Besar
Industri Agro (BBIA)
di Bogor
serta
penerapan Internet of Things (IoT)
untuk Melted Aluminium Thermographic Inspection dan Paper Glass Inspection oleh
Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM)
di Bandung.

“Melalui pemanfaatan teknologi terkini, komoditas lokal dapat diolah
menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing. Untuk itu
, diperlukan inovasi
teknologi hasil perkebunan dan partisipasi ahli teknologi dalam mendorong
hilirisasi
industri,” tambah Kepala BBIHP Abdul Rachman Supu

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img