Rabu, Januari 14, 2026

Misi Dagang Kemendag ke Rusia, Enggar: Hasilkan Perjanjian-perjanjian Prospektif

Must Read

Moneter.co.id – Misi dagang
Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Rusia diharapkan mampu menggenjot ekspor nonmigas kedua negara pada tahun 2017
ditargetkan meningkat 20,87% atau sebesar USD 1,52 miliar. Hal ini disampaikan
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pada Konferensi Pers Hasil Misi Dagang
Kemendag ke Rusia 
di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (10/8).

“Peningkatan target tersebut untuk menunjang target peningkatan ekspor
nonmigas pada tahun 2017 sebesar 5,6%. Misi dagang ini juga dimaksudkan untuk
memperluas akses pasar ke mitra nontradisional, khususnya Rusia dan
negara-negara Eurasia,” jelas Mendag.

Salah satu
hasil yang dicapai yaitu kesepakatan beberapa transaksi dagang minyak kelapa
sawit antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Rusia dengan jumlah total 90.000
ton per bulan. Kesepakatan ini terjadi pada Forum Bisnis Kelapa Sawit yang
berlangsung pada Kamis lalu (3/8) di Hotel Mercure Moskow Paveletskaya.

Forum yang
berperan sebagai ajang diplomasi sawit Indonesia ini dikoordinasikan Badan
Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan beberapa asosiasi kelapa sawit di
Indonesia. Lebih dari 100 peserta dari asosiasi serta importir di sektor
makanan dan kelapa sawit, akademisi, dan media di Rusia hadir dalam forum ini. 

Mendag Enggar menyampaikan kepada peserta forum bahwa produk minyak kelapa
sawit Indonesia telah memenuhi aspek kesehatan, higienitas, dan kebersihan. “Produk minyak kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbaik di dunia ini juga
terjamin dari sisi keberlanjutan,” ucapnya

Selain itu, Mendag Enggar juga melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi
Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia. Dalam pertemuan tersebut, baik
Indonesia dan Rusia menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam hubungan
perdagangan dan investasi.

Mendag juga
menyaksikan penandatanganan MoU dalam rangka implementasi program imbal beli
dalam kerangka kontrak pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 antara Rostec dan
PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Kemudian, Mendag juga menghadiri Indonesia-Russia
Business and Investment Forum
, yang menjadi wadah pertukaran informasi
mengenai iklim bisnis dan investasi di Indonesia di Hotel Intercontinental
Moskow. Forum dihadiri lebih dari 300 peserta dari kedua negara. 

Di forum
tersebut Mendag mengajak para pengusaha Rusia untuk menjalin kerja sama, tidak
hanya di sektor perdagangan, tapi juga investasi. Mendag juga menyampaikan
kebijakan Indonesia dalam hal reformasi regulasi yang menekankan pada
‘keterbukaan’ dan ‘daya saing’.

Selain
dengan Rusia, Mendag juga menjajaki peluang kerja sama dengan negara-negara
Eurasia (Rusia, Belarusia, Armenia, Kazakhstan, dan Krgystan) melalui pertemuan
bilateral dengan Menteri Integrasi dan Makro Economi Eurasia Economic Commission (EEC). Kedua Menteri sepakat untuk
segera menyusun MoU untuk mendorong sebagai langkah awal pendorong perdagangan
Indonesia dengan Eurasia dan kemungkinan merundingkan FTA antara Indonesia dan
Eurasia.

Mendag Enggar bersama dengan delegasi Indonesia juga menghadiri Pembukaan
Festival Indonesia, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan
hari jadi Indonesia yang ke-72. Festival diselenggarakan di Hermitage Garden,
Moskow. Festival Indonesia berfungsi sebagai nation branding, yang
tidak hanya menampilkan kebudayaan Indonesia tetapi juga mempromosikan produk-produk
unggulan Indonesia kepada masyarakat Rusia.

Tercatat
lebih dari 90 ribu orang mengunjungi festival ini dan sebanyak 70 booth pameran yang diisi oleh pelaku
usaha dan Pemerintah. Area pameran produk Indonesia dalam festival ini dibagi
dua, yaitu area business matching dan
area ritel. Terdapat juga sesi one-on-one
business meeting, yang menghasilkanbeberapa
kesepakatan.

Selain itu,
Mendag Enggar juga meninjau Paviliun Indonesia yang berada di Food City Moskow. Sejak soft launching Paviliun Indonesia di
Food City pada bulan April 2017 lalu, telah tercatat 26 pesanan (enquiry) dari
pembeli Rusia, Uzbekistan, dan Kazakhstan untuk produk kopi, kelapa sawit, dan
mi instan. 

“Semoga Food City dapat menjadi gerbang ekspor makanan dan
minuman halal Indonesia ke wilayah Eurasia, sekaligus menjadi model percontohan
pusat distribusi di dalam negeri,” pungkas Mendag Enggar.

Rusia merupakan mitra dagang Indonesia ke-23. Nilai total perdagangan Indonesia–Rusia tahun
2016 tercatat USD 2,11 miliar, dan Indonesia mendapat surplus USD 410,9 juta
yang seluruhnya berasal dari surplus sektor nonmigas. 

Ekspor nonmigas Indonesia
tercatat USD 1,26 miliar, sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Rusia
tercatat USD 850,6 miliar. Adapun perkembangan ekspor nonmigas Indonesia ke
Rusia tahun 2012-2016 tercatat positif 8,5%. (Top)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img