Sabtu, Maret 7, 2026

MNC Energy Kantongi Laba Bersih Capai Rp 479,05 Miliar di Semester I/2022 Naik 735,49 Persen

Must Read

MONETER – PT MNC
Energy Investments Tbk (IATA) membukukan laba bersih US$ 32,19 juta atau
sebesar Rp479,05 miliar dengan kurs Rp14.882 per dolar AS pada 30 Juni di
semester pertama 2022.

Hal ini
terutama disebabkan oleh permintaan tinggi untuk sumber daya energi seperti
batu bara sebagai akibat dari negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas
berebut untuk mencari alternatif setelah mengalami kesulitan dalam mengamankan
pasokan. Dalam siaran persnya yang disampaikan perseroan di Jakarta, Kamis
(8/9/2022).

Katanya, Kenaikan
laba juga didorong oleh kenaikan harga batu bara pada semester I/2022. Kemudian
untuk pendapatan usaha naik sebesar 1.734,35% dari US$4,61 juta pada semester
I/2021 menjadi US$84,50 juta pada semester II/2022. “Demikian pula, EBITDA IATA
tumbuh dari US$ 545.000 pada semester I/2021 menjadi US$ 44,72 juta pada
semester I/2022, atau sekitar 8.098,60%,” ujarnya.

Sementara itu,
setelah menerapkan PSAK 38 DK24, pendapatan usaha pada semester I/2022
meningkat tajam sebesar 254,36% atau US$84,50 juta pada semester I/2022 dari
US$ 23,85 juta pada semester pertama 2021. Perseroan berkomitmen untuk terus
meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan
laba bersih menjadi US$32,19 juta pada semester I/2022, atau meningkat 735,49%
dibandingkan dengan US$3,85 juta pada semester I/2021.

Keuntungan
yang dibukukan berasal dari anak usaha BCR yaitu PT Putra Muba Coal (PMC) dan
PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), yang masing-masing menargetkan produksi
sebanyak 4,5 juta MT dan 1,8 juta MT untuk 2022, meningkat dari 2 juta MT dan
590.000 MT pada 2021. Selain PMC dan BSPC, anak perusahaan BCR lainnya, PT
Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) telah memulai produksi batu bara pada Juli
2022.

Memiliki salah
satu area konsesi terbesar seluas 15.000 hektar. Oleh karena itu, perseroan
yakin IBPE pada kuartal depan dan seterusnya akan memberikan kontribusi
signifikan. IBPE ditargetkan memproduksi 500.000 MT batu bara pada 2022. Di
samping itu, PT Arthaco Prima Energy (APE), juga ditargetkan untuk mulai
produksi dalam tahun ini.

IBPE dengan
luas 15.000 Ha, merupakan salah satu konsesi terbesar perseroan. Konsesi ini
belum mencapai potensi penuh karena masih dalam proses eksplorasi di sebagian
besar area pertambangan. “Saya yakin IBPE akan meningkatkan produksi perseroan
secara signifikan, serta meyakinkan investor bahwa perseroan masih memiliki
potensi berkembang dengan rencana output produksi yang lebih tinggi untuk tahun
– tahun mendatang,” kata Direktur IBPE, Leader DS Daeli.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img