Kamis, Januari 15, 2026

Modal Asing Masuk Indonesia Capai Rp217,04 Triliun Hingga 31 Oktober 2019, Gubernur BI: Respons Positif

Must Read

Moneter.id – Gubernur
BI Perry Warjiyo menyatakan modal asing yang masuk pasar keuangan
Indonesia makin besar dan telah mencapai Rp217,04 triliun sejak awal tahun
hingga 31 Oktober 2019.


“Ini menunjukkan
kepercayaan dan respons positif terhadap tata kelola perekonomian
Indonesia,” ucapnya dikutip dari Antara, Selasa (5/11).


Perry mengatakan bahwa
tingginya modal asing yang masuk ini juga menunjukkan keyakinan investor
terhadap kepemimpinan pemerintahan di Indonesia, termasuk pada figur menteri
yang mengisi Kabinet Indonesia Maju selama lima tahun ke depan.


“Ini menunjukkan
kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia, terhadap kebijakan Indonesia,
dan juga tentu saja dengan kepemimpinan di Indonesia, dari Presiden,
Menteri-Menteri dan kami semua,” katanya.


Rinciannya, selama tahun kalender berjalan, aliran modal masuk melalui obligasi
pemerintah sebesar Rp165,2 triliun. Kemudian, Rp49,9 triliun melalui pasar
saham dan obligasi korporasi Rp2,06 triliun. 
Dalam
sepekan terakhir atau 24-31 Oktober 2019 aliran modal asing yang masuk ke Surat
Berharga Negara (SBN) mencapai Rp4,45 triliun.


Namun,
dalam pekan ini, Perry mengakui investor justru menarik modalnya keluar dari
pasar saham sebesar Rp190 miliar.


Meski ada dana keluar
dari instrumen saham, Perry meyakini ke depan aliran modal masuk akan jauh
lebih tinggi. 
“Besarnya
modal asing yang masuk itu akan membuat nilai tukar rupiah relatif stabil,”
ujarnya.


“Mekanisme pasar
berkembang secara baik menangani pasokan dan demand (permintaan),” katanya.


Perry
mengatakan penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) alias Fed Fund Rate
oleh The Federal Reserve (The Fed) sebesar 25 basis poin pada Kamis tak terlalu
memengaruhi pergerakan mata uang rupiah.


Perry
menilai arah kebijakan The Fed ke depan adalah penurunan suku bunga acuan yang
lebih kecil ke depan. “Ini menunjukkan bahwa The Fed akan melakukan
‘hawkish cut’,” katanya.


Oleh
karena itu pula, dia memberi sinyal ada peluang rupiah akan terus menguat
hingga di bawah Rp14.000 per dolar AS. Musababnya, faktor dalam negeri seperti
inflasi yang rendah, prospek ekonomi yang baik, serta kredibilitas dan
kepercayaan pasar terhadap kebijakan berpengaruh terhadap rupiah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img