Senin, Maret 2, 2026

Moka – Kami. Berbagi Strategi Kepada UMKM untuk Bangkit dan Bersiap Diri di Masa Transisi

Must Read

Moneter.id

Moka, startup kasir digital di Indonesia bersama dengan bisnis ritel
fesyen Kami. berbagi strategi kepada
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM)

untuk melek literasi digital guna bangkit dan mempersiapkan diri pada masa
transisi dari pandemi Covid-19.

Karan Doeana, Head
of Product Marketing
Moka
menjelaskan literasi dan pengaplikasian teknologi
digital kini sudah menjadi keharusan dari UMKM untuk dapat beradaptasi.

“Memasuki kondisi shifting ini, bisnis dihadapkan pada pilihan untuk
melebarkan channel secara digital, baik untuk penjualan maupun
operasionalnya. Diharapkan kedepannya tidak hanya bertahan, namun bisnis juga
dapat terus bertumbuh dan berinovasi,” paparnya disiaran persnya, Selasa (28/7/2020).

Berdasarkan data internal Moka, terdapat penurunan pendapatan mencapai
lebih dari 40% pada outlet-outlet bisnis yang sebagian besar adalah UMKM
terhitung Maret 2020. Namun saat ini, beberapa UMKM telah menunjukkan
resiliensi terhadap kondisi ini dan beradaptasi dengan strategi masing-masing.

Sementara, Istafiana Candarini, co-founder
Kami.
mengatakan, bisnis Kami. mampu bertahan dengan baik dan menghindari
pemberhentian kerja karyawan serta mempertahankan cash flow positif.

“Sejak pandemi, pelanggan cenderung memilih berbelanja melalui platform
online melalui website Kami. Hal ini sedikit banyak berpengaruh terhadap
bisnis, salah satunya adalah distribusi stok yang harus lebih banyak dialokasikan
ke website (online),” ucapnya.

Selain itu, jika dilihat secara keseluruhan pola perilaku pelanggan pada
umumnya cenderung mengalami perubahan yakni mengurangi konsumsi pembelanjaan
dan memprioritaskan untuk belanja kebutuhan primer.

Katanya, di awal pandemi, Kami. juga
mengajak pelanggan untuk berbagi. “Kami memberikan free ongkir untuk
area Jadetabek, menggunakan layanan same-day delivery dari ojek online.
Harapannya, program ini dapat membantu para driver untuk mendapatkan
orderan lebih di tengah pandemi,” jelasnya.

Selain itu, jelasnya, pelanggan juga otomatis mendonasikan sebesar Rp15.000
dari setiap pembelanjaan untuk disalurkan melalui lembaga penerima donasi
Dompet Dhuafa untuk para dhuafa yang kesulitan mencari pendapatan.

Lebih jauh, Istafiana menjelaskan, salah satu
kendala yang dihadapi dalam perubahan kanal bisnis mayoritas ke online ini
adalah distribusi produk ke cabang.

“Dengan menggunakan bantuan sistem POS digital dari Moka, kami dapat
membantu tim pusat dalam memantau penjualan dan juga keadaan stok real time di
cabang,” paparnya.

Kami. merupakan merek fashion lokal
Indonesia yang menyediakan pakaian modis untuk wanita, telah beroperasi sejak
tahun 2009 hingga kini memiliki 15 butik yang tersebar dari Aceh hingga
Samarinda.

Kami. dikenal oleh masyarakat dengan
produknya yang fokus mengeluarkan modest wear hingga menjajakan
kreativitas produknya ke Singapura dan Malaysia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img