Jumat, April 10, 2026

Mudik Berbuah Cuan, Okupansi RedDoorz Naik 64% Saat dan Pasca Lebaran 2026

Must Read

Momentum mudik dan libur Lebaran 2026 menjadi katalis positif bagi bisnis akomodasi domestik. Platform teknologi perhotelan RedDoorz mencatat lonjakan permintaan kamar yang signifikan, mencerminkan masih kuatnya mobilitas wisatawan lokal sekaligus membuka prospek cerah bagi sektor pariwisata dan perhotelan nasional pasca hari raya.

Di tengah pergerakan masyarakat yang terus meningkat, data Kementerian Perhubungan mencatat total mobilitas selama periode Angkutan Lebaran 2026 mencapai 147,55 juta orang, naik 2,53% dibandingkan periode sebelumnya. Jawa Barat dan DKI Jakarta menjadi daerah asal pemudik terbesar, masing-masing sebanyak 30,97 juta dan 19,93 juta orang. Sementara itu, Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang dan Jawa Barat sebesar 25,09 juta orang menjadi destinasi utama arus mudik.

Tren tersebut tercermin langsung pada performa bisnis RedDoorz. Perusahaan membukukan kenaikan okupansi di seluruh lini multibrand—mulai dari RedDoorz, SANS, URBANVIEW, hingga The Lavana—sebesar 64% secara tahunan (year on year/YoY). Dari sisi volume transaksi, penjualan kamar melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 255 ribu kamar, atau tumbuh 109% YoY.

“Momentum Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap akomodasi domestik masih sangat kuat, bahkan berlanjut setelah periode puncak libur. Terbukti dari permintaan kamar tertinggi pada 23–25 Maret 2026, dengan penjualan kamar harian mencapai lebih dari 23 ribu,” ujar Director of Demand RedDoorz, Vibhor Atal, dalam keterangannya.

Kinerja impresif tersebut menandakan bahwa konsumsi masyarakat di sektor leisure masih tetap solid, meskipun ekonomi nasional tengah menghadapi tekanan daya beli di sejumlah segmen. Sejumlah kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Medan, dan Bogor menjadi penyumbang utama permintaan. Khusus untuk destinasi leisure seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bogor, permintaan tercatat lebih tinggi, menegaskan bahwa wisata rekreasi masih menjadi pilihan utama masyarakat selama libur Lebaran.

Menariknya, pola perjalanan masyarakat juga menunjukkan perubahan yang cukup tajam. RedDoorz melihat adanya tren perpanjangan masa perjalanan setelah Lebaran, di mana aktivitas mudik berkembang menjadi liburan singkat hingga perjalanan multi-kota. Segmen keluarga disebut menjadi motor utama pertumbuhan, dengan preferensi pada akomodasi yang terjangkau, nyaman, dan mudah diakses.

Dari sisi perilaku konsumen, mayoritas wisatawan juga dinilai semakin terencana. Rata-rata pemesanan dilakukan 3–4 hari sebelum tanggal check-in, mencerminkan kombinasi antara perencanaan awal dan fleksibilitas perjalanan.

“Perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa perjalanan domestik kini tidak hanya berpusat pada momen Lebaran, tetapi juga berkembang menjadi pengalaman liburan yang lebih panjang dan terencana, sehingga mendorong permintaan akomodasi para mitra,” tambah Vibhor.

Secara industri, tren ini memperkuat sinyal pemulihan sektor pariwisata domestik yang semakin bertumpu pada wisatawan lokal. Di tengah masyarakat yang semakin selektif terhadap pengeluaran, akomodasi dengan konsep value for money menjadi pilihan utama, sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi operator hospitality berbasis teknologi.

Ke depan, RedDoorz memproyeksikan permintaan kamar masih akan bertahan di atas level normal dalam beberapa minggu setelah Lebaran sebelum kembali stabil secara bertahap. Perseroan melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperluas jaringan mitra properti di kota-kota dengan permintaan tinggi.

“Kami melihat tren perjalanan domestik akan tetap menjadi tulang punggung industri pariwisata. RedDoorz akan terus berfokus menghadirkan akomodasi yang relevan, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia,” tutup Vibhor.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Dataiku Tunjuk Andrew Boyd Pimpin Wilayah Asia Pasifik dan Jepang, Bidik Monetisasi Investasi AI Korporasi

Dataiku memperkuat ekspansi bisnisnya di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) dengan menunjuk Andrew Boyd sebagai Senior Vice President...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img