Kamis, April 2, 2026

Mudik Lebaran 2026 Lancar, Menteri PU Soroti Perbaikan Keselamatan dan Efisiensi Lalu Lintas

Must Read

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 menunjukkan kinerja yang solid, tercermin dari kelancaran lalu lintas, perbaikan waktu tempuh, serta penurunan angka kecelakaan selama periode libur Idulfitri.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pelaksanaan mudik tahun ini berlangsung lebih terkendali dibanding periode sebelumnya, didukung optimalisasi infrastruktur jalan tol dan penguatan sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi.

“Secara umum pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan terkendali. Kami juga melihat adanya peningkatan dari sisi keselamatan, yang menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan layanan infrastruktur jalan,” ujar Dody saat meninjau Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Senin (30/3/2026).

Dari sisi volume, lalu lintas keluar Jakarta selama periode mudik tercatat mencapai 3,25 juta kendaraan, tumbuh 18,4% dibanding kondisi normal dan naik 2,3% secara tahunan dibanding Lebaran 2025. Sementara arus kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai 2,98 juta unit atau meningkat 10,8% dari kondisi normal.

Data tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang tetap tinggi, namun masih mampu diantisipasi melalui kebijakan lalu lintas dan kesiapan ruas jalan tol.

Puncak arus mudik terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan total 270.315 kendaraan, meningkat 4,6% dibanding tahun lalu. Sementara puncak arus balik tercatat pada H+3 atau 24 Maret 2026 sebanyak 256.338 kendaraan, lebih rendah dari realisasi tahun sebelumnya maupun proyeksi awal pemerintah.

Secara operasional, kinerja waktu tempuh juga mencatat perbaikan. Untuk arus balik, rata-rata waktu perjalanan turun menjadi 5 jam 12 menit, atau lebih cepat 3,8% dibandingkan 2025. Di sisi lain, waktu tempuh arus mudik tercatat 5 jam 46 menit, naik tipis 2,6% seiring lonjakan volume kendaraan.

Perbaikan paling signifikan terlihat pada aspek keselamatan, yang menjadi indikator utama efektivitas pengelolaan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas. Jumlah kecelakaan selama periode Lebaran 2026 turun menjadi 51 kejadian, atau menurun 2% secara tahunan.

Penurunan lebih tajam terjadi pada jumlah korban yang turun 34% menjadi 60 orang. Adapun korban meninggal dunia tercatat hanya dua orang, turun 60% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.

Menurut Dody, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

“Penguatan sistem monitoring melalui JMTC, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik strategis, sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas,” katanya.

Dari sisi kebijakan, pemerintah juga menerapkan sejumlah stimulus dan pengaturan strategis, mulai dari diskon tarif tol sebesar 30%, pembatasan angkutan barang, hingga rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way secara situasional.

Khusus pembatasan angkutan logistik, kebijakan tersebut dinilai efektif dengan menurunkan volume kendaraan barang hingga 74,56% selama masa pembatasan, sehingga kapasitas jalan lebih optimal untuk kendaraan pribadi pemudik.

Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan fisik jalan melalui percepatan perbaikan perkerasan sebelum puncak arus mudik serta pengoperasian ruas tol fungsional di sejumlah titik strategis.

Meski mencatat hasil positif, pemerintah masih menyoroti sejumlah area yang memerlukan pembenahan, terutama rest area di KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta–Cikampek yang dinilai masih menghadapi kendala dari sisi akses dan layout.

Evaluasi lanjutan akan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas fasilitas pendukung dan mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan yang berpotensi mengganggu keselamatan serta efisiensi arus lalu lintas.

Ke depan, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan infrastruktur transportasi pada musim mudik dapat semakin efisien dan aman.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

JTPE Lampaui Target 2025, Laba Bersih Melonjak 48% di Tengah Akselerasi Transformasi Digital

PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar. Emiten penyedia solusi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img