Selasa, Maret 3, 2026

Naik 4.307 Persen, Penjualan KIOS Tembus Rp1,13 Triliun di 2017

Must Read

Moneter.id – Perusahaan
teknologi Online-to-Offline (O2O)
e-commerce pertama di Indonesia PT
Kioson Komersial Indonesia Tbk. (KIOS) hari ini mengadakan Rapat Umum Pemegang
Saham Tahunan (RUPST) dengan beberapa agenda seperti pengumuman laporan
keuangan 2017 dan pergantian jajaran direksi.

Direktur
Utama Kioson Jasin Halim menyatakan, pencapaian di tahun 2017 merupakan hasil
dari kerja keras Perseroan dalam menjaga kepercayaan para investor dan stakeholders.

”Kami sangat
bangga dengan pencapaian Perseroan di tahun 2017. Hal ini merupakan sinyal
positif khususnya bagi investor ritel yang ingin berinvestasi bersama Kioson.
Peningkatan penjualan yang signifikan serta pembukuan laba menunjukkan bahwa
langkah kami untuk menghimpun pendanaan dari publik sudah sangat tepat. Kedepan,
kami akan fokus menjaga kualitas layanan kepada para mitra, pelanggan dan
tentunya kepercayaan investor,” tutur Jasin.

Kioson,
lanjut Jasin, semakin menunjukkan kinerja yang positif pasca mencatatkan saham
perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu. “Menyasar pengusaha mikro
dan ultra mikro di daerah, Kioson terus mencatatkan peningkatan yang progresif,”
ucapnya.

Tercatat
sepanjang tahun 2017 penjualan Perseroan naik sebesar 4.307% menjadi Rp1,13
Triliun (yoy). Bahkan, jika dilihat pada perbandingan per kuartal, penjualan
Kioson di kuartal I/2018 naik 3,575,6% menjadi Rp658,31 Milyar dari Rp 17,91
Milyar di kuartal I/2017.

“Layanan yang
memberikan kontribusi terbanyak antara lain berasal dari PPOB (Payment Point
Online Bank) dan penjualan produk digital,” ujar Jasin.

Keputusan
Kioson yang mantap melantai di bursa meski di tengah kondisi keuangan yang
defisit terbukti menjadi langkah strategis dimana pada tahun 2017 laba bersih
perusahaan naik 126% menjadi Rp2,94 Milyar (yoy).

Memasuki
pertengahan tahun 2018, Perseroan telah memetakan beberapa langkah
strategis untuk meningkatkan kinerja dan layanan kepada penggunanya. “Kami
telah merancang lima strategi utama yang akan dijalankan tahun ini, yakni
penambahan jumlah mitra, penambahan jumlah produk dan layanan, inovasi layanan
konsumen di chanel online dan offline, peningkatan jumlah pengguna dan
improvisasi teknologi,” ucap Jasin.

Secara
khusus, guna terus meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan kios serta
penguatan penetrasi digital di daerah, Kioson mengadakan pelatihan rutin dan
berkelanjutan untuk team sales serta membangun jaringan kios di daerah.

“Hal ini kami
lakukan agar para pemilik kios mudah memahami produk-produk di aplikasi Kioson.
Para pemilik kios dan tim sales di daerah adalah tulang punggung utama bisnis
kami sehingga kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan mereka
senantiasa terakomodasi,” tambah Jasin.

Kioson juga
terus melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra strategis untuk menghasilkan
inovasi dan layanan bagi pelanggannya. “Kami senantiasa mencari peluang bisnis
baru dengan beragam latar belakang industri mitra mulai dari digital vouchers,
perbankan, fintech, logistik dan e-commerce. Dengan beragam kerjasama
ini, secara tidak langsung kami terus menambah daya saing Kioson agar semakin diminati
oleh calon mitra,” tutup Jasin.

Kioson
memproyeksikan pertumbuhan sampai akhir tahun 2018 sebesar 49.850 kios. Target
ini dinilai cukup rasional mengingat sampai dengan bulan Maret 2018, jumlah
mitra Kioson tercatat sejumlah 35,058 kios yang tersebar di 384 kota. Jumlah di
atas melayani setidaknya empat juta pelanggan di kota-kota lapis kedua dan
ketiga di Indonesia.

Selain
mengumumkan laporan keuangan tahunannya, hasil RUPST Kioson juga meresmikan
perubahan susunan direksi sebagai berikut:

Direktur Utama merangkap
Direktur Keuangan: Jasin Halim

Direktur: Bernard
Martian

Direktur Operasional:
Brian Limiardi

Direktur Independen:
Andhyka Fadjar G

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img