Moneter.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar
Rp18,5 triliun di kuartal III/2018. Realisasi ini tumbuh 9,9% dari periode yang
sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp16,8 triliun.
“Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan
operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan
operasional lainnya sebesar Rp45,9 triliun,” kata Wakil Presiden Direktur BCA
Eugene K. Galbraith, Kamis (25/10).
Eugene menjelaskan, raihan tersebut meningkat 10,1%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp41,7 triliun.
Menurutnya, kenaikan pendapatan bunga bersih seiring pertumbuhan
penyaluran kredit hingga September 2018 penyaluran kredit sebesar Rp516
triliun, tumbuh 17,3% dari periode yang sama di 2017 sebesar Rp439 triliun.
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) berhasil dikumpulkan
sebesar Rp613,9 triliun atau tumbuh 6,9% dari kuartal III 2017 yang sebesar
Rp574,3 triliun. Di mana dana murah (CASA) mendominasi 77,7% dari seluruh
perolehan DPK.
“CASA meningkat 11,4% yoy menjadi Rp476,8 triliun pada akhir
September 2018,” tambahnya.
Dalam komposisi CASA, dana giro tumbuh 12,7% yoy menjadi Rp163,1 triliun,
sementara dana tabungan meningkat 10,8% yoy mencapai Rp313,7 triliun. Adapun
dana deposito tercatat sebesar Rp137,1 triliun atau mengalami penurunan 6,4%
yoy.
“Meskipun mengalami penurunan secara yoy, dana deposito kembali
mengalami peningkatan sejak Maret 2018, sejalan dengan tren kenaikan suku bunga
deposito,” jelas dia.
Ke depan, kata Eugene, BCA akan secara konsisten menerapkan
praktik kehati-hatian dan mencermati kondisi perekonomian. “BCA optimistis
terhadap dinamika perkembangan ekonomi Indonesia yang akan terus berlanjut
meskipun saat ini sedang dihadapkan pada perubahan kondisi global,” tutupnya.
(TOP)




