Moneter.id – Menurut perusahaan keamanan siber
Kaspersky Lab, Indonesia berada di posisi ke-27 negara paling banyak mendapat
serangan online di kuartal II/2018.
“Serangan yang terkait internet, Indonesia berada
diperingkat ke-27 pada Q2, dari April ke Juni,” kata General Manager South
East Asia Kaspersky Lab, Yeo Siang Tiong, di Jakarta, Selasa (25/9).
Yeo mengatakan, kejahatan siber yang menyerang Indonesia
dapat berasal dari mana pun di seluruh dunia. “Bisa jadi negara berbahasa Inggris yang mencoba untuk
berbahasa Korea. Kita tidak bisa menebak dengan melihat itu, meskipun kadang
Anda bisa menebak dengan melihat gejala,” ujar dia.
Sementara itu, Corporate
Communications Manager Kaspersky Lab South East Asia, Sanjeev Nair,
mengungkap lima negara dengan serangan siber paling banyak di Q2 2018.
“Peringkat pertama terdapat Aljazair, diikuti oleh Belarus,
kemudian Moldova, selanjutnya Albenia, dan peringkat kelima Armenia,” ucap Sanjeev.
Di Asia Tenggara, lanjut Sanjeev, Indonesia berada di posisi
keempat, dengan Filipina, Malaysia dan Vietnam berada di posisi sebelumnya, dan
Thailand menutup posisi Top 5.
Yeo menambahkan, Indonesia merupakan pasar yang penting bagi
kami. Bukan karena potensi volume market, tetapi juga besarnya potensi serangan
yang dihadapi.
“Ada dua hal tujuan kriminal melakukan serangan siber.
Pertama, untuk uang dengan menjual data, kedua untuk diakui. Indonesia ada di
kriteria pertama,” tutup Yeo.
(TOP)




