Sabtu, Maret 7, 2026

Neraca perdagangan Desember 2021 surplus USD1,02 miliar, BKF: Ekonomi makin terjaga dan solid

Must Read

Moneter
Neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2021 tercatat surplus sebesar 1,02
miliar dolar AS. Surplus neraca perdagangan ini mengalami penurunan dibandingkan
bulan sebelumnya namun menandai tren surplus selama 20 bulan berturut-turut.

“Hal ini membuktikan bahwa pemulihan ekonomi semakin
terjaga dan solid,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian
Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Febrio bilang, kinerja neraca perdagangan Indonesia
sepanjang tahun 2021 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2020.

“Penurunan surplus tersebut disebabkan oleh impor yang
menguat terutama karena naiknya permintaan domestik sejalan dengan tren menguatnya
aktifitas ekonomi domestik,” paparnya.

Terlebih lagi, secara kumulatif Januari sampai
Desember yang mencapai 35,34 miliar dolar AS merupakan angka tertinggi selama
lebih dari satu dekade terakhir.

“Aktivitas ekonomi global dan domestik yang membaik
dan harga komoditas global yang masih relatif tinggi juga turut menyumbang
perbaikan kinerja neraca perdagangan di sepanjang tahun 2021,” kata Febrio.

Sementara untuk ekspor Indonesia pada Desember 2021
tercatat sebesar 22,38 miliar dolar AS atau tumbuh dibandingkan bulan yang sama
tahun sebelumnya sebesar 35,3 persen.

Sepanjang 2021 ini ekspor meningkat tajam sebesar 41,8
persen didorong oleh pertumbuhan yang tinggi baik pada ekspor nonmigas yang
tumbuh 41,5 persen maupun ekspor migas yang tumbuh 48,7 persen.

“Ekspor ke depan diperkirakan tetap kuat didukung baik
oleh permintaan global maupun faktor harga meskipun harga komoditas diperkirakan
mulai mengalami moderasi,” ucap Febrio.

Di sisi sektoral, sepanjang tahun 2021 ekspor sektor
manufaktur yang merupakan komponen tertinggi dari total ekspor nonmigas tumbuh
35,1 persen dan diikuti oleh sektor pertambangan 92,1 persen serta sektor
pertanian 2,8 persen.

Pangsa pasar ekspor Indonesia masih didominasi oleh
China, Amerika Serikat (AS), Jepang dan India dengan komoditas utama bahan
bakar mineral, lemak dan hewan nabati serta besi dan baja.

Kemudian untuk impor Indonesia tercatat 21,36 miliar
dolar AS yang kembali meningkat dibandingkan bulan sebelumnya dan tumbuh cukup
tinggi 47,9 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun 2021, impor juga tumbuh sebesar 38,6
persen dengan mencatatkan nilai 196,20 miliar dolar AS dan diperkirakan semakin
menguat pada 2022 dalam rangka mendukung aktivitas domestik yang mulai
terakselerasi.

Untuk keseluruhan tahun 2021 pertumbuhan impor
nonmigas juga didukung oleh semua jenis penggunaan seperti barang konsumsi yang
tumbuh 37,7 persen, bahan baku 42,8 persen dan barang modal 20,8 persen.

Peningkatan pada impor bahan baku dan barang modal
mencerminkan adanya peningkatan aktivitas industri dalam negeri sedangkan impor
barang konsumsi mengindikasikan adanya peningkatan daya beli masyarakat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Extrajoss dan Bobon Santoso Meriahkan Cap Go Meh Singkawang

Awal Maret tahun ini menghadirkan pemandangan yang begitu istimewa bagi masyarakat Indonesia. Di satu sisi, umat Muslim menjalankan ibadah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img