NTT DATA dan Palo Alto Networks memperluas kerja sama strategis di bidang keamanan siber dengan membidik bisnis bersama senilai US$1 miliar hingga 2029. Aliansi multi-tahun ini akan mengintegrasikan teknologi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) Palo Alto Networks dengan kapabilitas konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola NTT DATA.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu perusahaan mempercepat adopsi AI tanpa mengabaikan risiko keamanan. Kedua perusahaan akan menyediakan pendekatan terpadu mulai dari penilaian risiko siber, implementasi AI secara aman, hingga optimalisasi keamanan secara berkelanjutan.
Aliansi ini menjadi kerja sama strategis pertama Palo Alto Networks dengan integrator sistem global dalam bentuk tersebut. Kedua perusahaan akan menjalankan rekayasa dan inovasi bersama serta mengoordinasikan layanan secara global untuk menyederhanakan lingkungan teknologi yang semakin kompleks.
“AI sedang membentuk kembali bisnis dan keamanan siber, sehingga kolaborasi yang mendalam di seluruh ekosistem menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” ujar Nikesh Arora, Chairman dan Chief Executive Officer Palo Alto Networks.
Nikesh menilai perluasan aliansi dengan NTT DATA memungkinkan Palo Alto Networks mengoperasionalkan platformisasi dalam skala global. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap sistem lama sekaligus mempercepat transformasi tanpa mengorbankan keamanan.
Dalam kolaborasi ini, Palo Alto Networks akan membawa platform keamanan siber berbasis AI dan intelijen ancaman Unit 42. Sementara itu, NTT DATA menyumbangkan keahlian keamanan siber global, tata kelola AI, konsultasi, rekayasa, serta layanan terkelola.
Kedua perusahaan juga akan melanjutkan kolaborasi di bidang Frontier AI. Aliansi ini didukung investasi bersama, lebih dari 2.000 tenaga ahli bersertifikasi, dan Forward Deployed Engineers. Melalui kolaborasi rekayasa secara langsung, NTT DATA juga akan mendapatkan akses awal terhadap fitur-fitur baru platform Palo Alto Networks.
Dari sisi bisnis, solusi awal akan menyasar perusahaan di industri dengan tingkat regulasi tinggi dan sektor kritis. Layanan keuangan, kesehatan, manufaktur, serta sektor publik menjadi sejumlah segmen yang menjadi sasaran utama.
Enam area transformasi menjadi fokus aliansi tersebut, yakni Autonomous Security Operations Center (SOC), tata kelola AI, keamanan identitas, Zero Trust dan Secure Access Service Edge (SASE), cloud yang tangguh, serta modernisasi firewall.
Autonomous SOC akan memanfaatkan Agentic AI dan layanan terkelola untuk mempercepat kemampuan perusahaan dalam mendeteksi, menyelidiki, dan merespons ancaman siber. Sementara tata kelola AI diarahkan untuk mengintegrasikan keamanan dan manajemen risiko sepanjang siklus hidup teknologi AI.
“AI sedang mendefinisikan ulang setiap aspek perusahaan, tetapi juga mengubah lanskap ancaman dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Organisasi membutuhkan pendekatan baru terhadap ketahanan siber yang menggabungkan keamanan berbasis AI, keahlian industri yang mendalam, dan skala global,” ujar Abhijit Dubey, Chief Executive Officer dan Chief AI Officer NTT DATA, Inc.
Abhijit menambahkan, kerja sama dengan Palo Alto Networks akan menyatukan inovasi keamanan siber berbasis AI dengan kapabilitas konsultasi, rekayasa, dan layanan terkelola NTT DATA. Dengan kombinasi tersebut, perusahaan menargetkan klien dapat mempercepat adopsi AI secara aman sekaligus meningkatkan ketahanan menghadapi ancaman yang berkembang.
NTT DATA sendiri membawa lebih dari 7.500 profesional keamanan siber, lebih dari 70 pusat penyampaian layanan, serta lebih dari 20 Cyber Defense Center. Infrastruktur dan sumber daya tersebut akan dipadukan dengan teknologi keamanan serta intelijen ancaman Unit 42 milik Palo Alto Networks.
Aliansi ini mencerminkan semakin besarnya kebutuhan perusahaan terhadap keamanan siber yang mampu mengikuti perkembangan AI. Di tengah percepatan transformasi digital, kedua perusahaan melihat peluang untuk mengintegrasikan keamanan sejak tahap penerapan AI hingga pengelolaan infrastruktur teknologi secara menyeluruh.
Dengan target bisnis bersama mencapai US$1 miliar dalam tiga tahun, kerja sama NTT DATA dan Palo Alto Networks menjadi langkah agresif untuk menangkap pertumbuhan pasar keamanan siber berbasis AI sekaligus memperkuat posisi keduanya dalam layanan keamanan perusahaan berskala global.




