Moneter.id –
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
terus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah karena merupakan ujung tombak
perekonomian nasional.
“Kenapa
daerah, karena ujungnya di daerah. Potensi pertumbuhan ada di daerah sehingga
perlu didorong. Kalau Jakarta bisnisnya lebih banyak transaksi
internasional,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Jumat
(4/6).
Kata Wimboh, salah satu yang perlu dilakukan adalah upaya pemerintah daerah
membangun kawasan. Menurut dia, pembangunan kawasan harus dilakukan secara
terintegrasi, mulai dari terintegrasi antarpemda, bahkan nasional dan provinsi.
“Ini penting
bagaimana mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi,” katanya.
Selain itu, yang
tidak kalah penting adalah mengoptimalkan sektor wisata yang ada di daerah.
Menurut dia, beberapa potensi pariwisata di Soloraya yang perlu dikembangkan di
antaranya Sangiran, Borobudur, dan Keraton Surakarta.
“Dalam hal
ini apa yang perlu dilakukan agar mobilitas wisatawan lancar, termasuk
pengembangan jalur ringroad selatan, utara,” katanya.
Di sektor lain,
dikatakannya, perhelatan juga bisa segera dilakukan untuk mendorong belanja
masyarakat. “Kalau perhelatan tidak dilakukan ya ekonomi akan sulit tumbuh
positif,” katanya.
Pihaknya mencatat
pada kuartal I produk domestik bruto (PDB) secara nasional masih tumbuh negatif
di angka -0,74 persen. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, ia berharap PDB
pada kuartal II sudah positif.
“Sumber PDB
kita yang masih negatif dan perlu didorong di antaranya konsumsi dan investasi
dalam negeri,” katanya.




