Jumat, Maret 6, 2026

OJK Nilai Penutupan SVB Tidak Berdampak ke Industri Perbankan Indonesia

Must Read

MONETER

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, penutupan Silicon Valley Bank (SVB) oleh
Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) Amerika Serikat (AS) pada 10 Maret
2023 lalu tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia
yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil.

 

Kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana
Rae, penutupan SVB diperkirakan tidak berdampak langsung terhadap perbankan di
Indonesia yang tidak memiliki hubungan bisnis, facility line, maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB.

 

Selain itu, berbeda dengan SVB dan perbankan di AS
umumnya, bank-bank di Indonesia tidak memberikan kredit dan investasi kepada
perusahaan rintisan berbasis teknologi atau start
up
maupun kripto.

 

“Oleh karena itu, OJK mengharapkan  masyarakat dan industri tidak terpengaruh
terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan masyarakat,” kata Dian,
Senin (13/3/2023).

 

Baca
juga:
 Pengamat Ekonomi : Start up di Indonesia Berpotensi
Sulit Dapatkan Dana Pasca SVB Tutup

 

Menurutnya, setelah krisis keuangan 1998, Indonesia telah
melakukan langkah-langkah mendasar untuk memperkuat kelembagaan, infrastruktur
hukum, dan tata kelola industri perbankan, serta memperkuat perlindungan
nasabah. Langkah tersebut telah menciptakan sistem perbankan yang kuat,
resilien dan stabil.

 

Hal ini tercermin dari kinerja industri perbankan yang
terjaga baik, solid, dan tetap tumbuh positif di tengah tekanan perekonomian
domestik dan global yang selama ini berlangsung.

 

Pada saat ini, kondisi perbankan Indonesia menunjukkan
kinerja likuiditas yang baik, antara lain tampak pada rasio alat likuid (AL)
terhadap non core deposit (NCD) dan
rasio AL terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sebesar129,64% dan 29,13% jauh
di atas ambang batas minimal masing-masing sebesar 50% dan 10%.

 

Aset perbankan juga terjaga pada komposisi yang
proporsional dengan dana pihak ketiga (DPK) yang didominasi oleh current account and saving account
(CASA) atau dana murah yang semakin meningkat sehingga tidak sensitif terhadap
pergerakan suku bunga.

 

Demikian juga, untuk kinerja lainnya seperti risiko
kredit, risiko pasar, permodalan dan profitabilitas masih terjaga dan tumbuh
positif.

 

Selain itu, saat ini tidak ada bank umum di Indonesia
yang masuk dalam kategori “Bank Dalam Resolusi” yaitu bank yang mengalami
kesulitan keuangan, membahayakan kelangsungan usahanya, dan tidak dapat
disehatkan.

 

OJK terus melakukan berbagai langkah kebijakan
kolaboratif dan sinergi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Lembaga
Penjamin Simpanan, baik secara langsung maupun melalui Komite Stabilitas Sistem
Keuangan (KSSK) dalam rangka mengantisipasi dampak dan tekanan global yang
mungkin terjadi.

 

OJK terus meningkatkan pemantauan terhadap berbagai
perkembangan yang terjadi secara global dan implikasinya terhadap perbankan
Indonesia, memastikan penerapan manajemen risiko dan tata kelola bank yang baik
dalam setiap aktivitas pengelolaan portofolio aset produktif dan pendanaan,
serta memitigasi risiko konsentrasi yang berdampak terhadap kinerja keuangan
bank.

 

OJK juga meminta perbankan untuk senantiasa melakukan
langkah-langkah strategis antara lain meningkatkan fungsi maupun peran Asset & Liability Committee dalam
melakukan pengelolaan aset dan kewajiban, mengevaluasi kecukupan pencadangan
risiko, melakukan stress test yang
komprehensif serta mengkaji dan mengkinikan recovery
dan resolution plan secara berkala.

 

“Kebijakan OJK ke depan
akan terus diarahkan untuk menciptakan situasi kondisi yang semakin kondusif
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Dian.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img