Kamis, Maret 19, 2026

Para Pemimpin Teknologi Global Membentuk Trusted Tech Alliance

Must Read

Hari ini, dalam Munich Security Conference, 15 perusahaan dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Utara mengumumkan pembentukan Trusted Tech Alliance (TTA). Aliansi ini merupakan kolaborasi penyedia teknologi global dengan visi yang sama untuk bekerja melintasi batas negara, berlandaskan prinsip bersama dalam membangun ekosistem teknologi yang tepercaya–mulai dari konektivitas, infrastruktur cloud, semikonduktor, software, hingga kecerdasan buatan (AI).

Prinsip-prinsip ini dirancang untuk memastikan bahwa, terlepas dari asal negara pemasoknya, perusahaan-perusahaan dalam aliansi ini tetap mematuhi komitmen bersama terkait transparansi, keamanan, dan perlindungan data. Melalui komitmen tersebut, aliansi ini bertujuan membangun kepercayaan sekaligus memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Sebagai respons terhadap laju perkembangan teknologi serta lingkungan yang kian kompleks, negara dan pengguna kini menuntut tingkat keandalan dan ketahanan yang lebih tinggi dari para penyedia teknologi, sekaligus memastikan potensi dampak negatif terhadap individu dan masyarakat dapat diminimalisir. Dalam konteks ini, penting untuk perusahaan dari berbagai sektor teknologi untuk bersinergi dan bersama-sama menjawab kebutuhan tersebut.

Dalam mendefinisikan karakteristik teknologi yang dapat dipercaya serta prinsip operasional yang akan dipatuhi oleh para penandatangan, anggota TTA berkomitmen bekerja sama dengan pemerintah dan pelanggan. Tujuannya adalah memastikan manfaat dari teknologi-teknologi baru dapat meningkatkan kepercayaan publik secara luas, sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

TTA menyatukan perusahaan-perusahaan terdepan yang berkomitmen menerapkan praktik dan prinsip yang jelas dan dapat diverifikasi, untuk memastikan teknologi dikembangkan secara aman, andal, dan bertanggung jawab, di mana pun teknologi tersebut dibuat atau digunakan.

Hari ini, perusahaan yang menandatangani Trusted Tech Alliance meliputi:  Anthropic, AWS, Cassava  Technologies, Cohere, Ericsson, Google Cloud, Hanwha, Jio Platforms, Microsoft, Nokia, Nscale,  NTT, Rapidus, Saab, dan SAP.

Para perusahaan yang berpartisipasi telah menyepakati lima prinsip utama yang menjelaskan bagaimana mereka akan mengembangkan, menerapkan, mengoperasikan, serta berkolaborasi sebagai penyedia teknologi global:

  • Tata Kelola Korporasi yang Transparan dan Etis

  • Transparansi Operasional, Pengembangan yang Aman, dan Penilaian Independen

  • Supply Chain yang Tangguh dan Pengawasan Keamanan

  • Ekosistem Digital yang Terbuka, Kolaboratif, Inklusif, dan Tangguh

  • Kepatuhan terhadap Hukum dan Perlindungan Data

Komitmen ini mengharuskan perusahaan untuk memiliki tata kelola perusahaan yang kuat dan menjunjung tinggi etika, mengembangkan teknologi secara aman, serta mengelolanya secara bertanggung jawab sepanjang periode operasionalnya. Selain itu, perusahaan juga memastikan adanya jaminan keamanan dan kualitas yang mengikat dengan para pemasok, serta mendorong penerapan standar keamanan global dalam ekosistem digital yang terbuka, kolaboratif, dan inovatif.

TTA akan terus membangun komunitas penyedia layanan global yang berdedikasi memajukan technology stack yang tepercaya, saling terhubung, dan terbuka, serta membentuk pendekatan bersama yang mendukung upaya nasional maupun internasional dalam meningkatkan kedaulatan, ketahanan, dan daya saing.

“Di tengah pesatnya perubahan teknologi, kolaborasi antara pelaku industri yang memiliki visi yang sama menjadi sangat penting untuk memperkuat kepercayaan konsumen dan memastikan manfaat teknologi dapat dimaksimalkan bagi kemajuan ekonomi dan masyarakat. Kami bergabung dengan Trusted Tech Alliance untuk menegaskan komitmen berkelanjutan Amazon dalam menghadirkan teknologi tepercaya, aman, dan tangguh bagi pelanggan kami,” kata David Zapolsky, Chief Global Affairs & Legal Officer Amazon.

“Seiring dengan bertambah kuatnya peran sistem AI dalam mendorong inovasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan membentuk lanskap keamanan nasional, Amerika Serikat dan negara-negara sekutu perlu memastikan bahwa model AI yang paling luas diadopsi adalah model yang aman, andal, tepercaya, dan dikembangkan secara transparan. Anthropic bangga dapat bergabung dengan Trusted Tech Alliance untuk mendukung kepemimpinan Amerika Serikat dalam industri AI dan memajukan prinsip-prinsip bersama bagi pengembangan AI yang tepercaya bersama para mitra yang memiliki satu visi,” kata Sarah Heck, Head of External Affairs Anthropic.

“Di tengah pesatnya adopsi teknologi global yang belum pernah terlihat sebelumnya, Cassava Technologies bangga menjadi anggota pendiri Trusted Tech Alliance. Saya percaya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kolaborasi di tingkat global akan memastikan teknologi terus mendorong kemajuan manusia serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, hal yang sangat penting bagi generasi muda dan masa depan,” kata Strive Masiyiwa, pendiri dan Executive Chairman Cassava  Technologies.

“Tidak ada satu perusahaan atau negara pun yang dapat membangun sistem digital yang aman dan tepercaya sendirian. Kepercayaan dan keamanan hanya bisa dicapai melalui kerja sama. Karena itu, bersama para pelaku industri yang memiliki visi serupa, kami meluncurkan Trusted Tech Alliance – sebuah inisiatif yang berkomitmen menghadirkan praktik kepercayaan yang dapat dibuktikan di seluruh ekosistem digital,” kata Börje Ekholm, President dan CEO Ericsson.

“Google Cloud sudah lama memiliki komitmen untuk mempromosikan pilihan, kepercayaan, dan kedaulatan yang tertanam dalam teknologi kami hari ini. Melalui Trusted Tech Alliance, kami ingin memperkuat prinsip-prinsip yang selama ini dijalankan Google Cloud, yaitu mendukung pilihan pelanggan melalui kendali teknis dan kemitraan lokal untuk memenuhi syarat kedaulatan dan regulasi regional yang ketat,” kata Marcus Jadotte, Vice President Government Affairs dan Public Policy Google Cloud.

“Kepercayaan akan memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan teknologi demi memastikan berbagai kebutuhan mendesak masyarakat bisa terpenuhi. Mulai dari keamanan energi dan ketahanan kedaulatan hingga manufaktur tingkat lanjut, kami percaya ekosistem teknologi yang tepercaya adalah kunci untuk menjaga keamanan masyarakat, memperkuat industri, dan mendorong ketahanan masa depan,” kata Dong Kwan (DK) Kim, Vice Chairman Hanhwa Group.

“Teknologi yang tepercaya, aman, dan transparan merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan digital yang inklusif dalam skala global. Jio Platforms bangga dapat bergabung dengan Trusted Tech Alliance untuk memajukan standar bersama serta praktik yang dapat diverifikasi di seluruh lapisan teknologi. Melalui kolaborasi dengan para mitra global, kami ingin memperkuat ketahanan, memperluas peluang digital, serta membangun kepercayaan jangka panjang terhadap sistem konektivitas generasi berikutnya, cloud, dan AI,” ujar Kiran Thomas, CEO Jio Platforms.

“Dalam lingkungan geopolitik saat ini, sangatlah penting bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki visi serupa untuk bekerja sama dalam  menjaga keamanan dan mendorong penerapan standar global yang tinggi guna mempertahankan kepercayaan terhadap teknologi lintas  batas,” ujar Brad Smith, Vice Chair dan President Microsoft. Aliansi ini tidak berlandaskan pada asal negara penyedia teknologi, melainkan pada komitmen bersama terhadap pelanggan. Melalui prinsip-prinsip yang jelas dan dapat diverifikasi, aliansi ini mempertemukan perusahaan-perusahaan terkemuka untuk menunjukkan bahwa teknologi dapat aman, andal, dan dioperasikan secara bertanggung jawab di mana pun teknologi tersebut digunakan.”

“AI mempercepat perubahan di seluruh lapisan teknologi sekaligus meningkatkan standar kepercayaan. Jaringan dan infrastruktur kritis harus dirancang agar aman, tangguh, dan saling terhubung sejak awal. Melalui Trusted Tech Alliance, kami bergabung dengan para mitra industri untuk memperkuat fondasi tersebut seiring dengan semakin luasnya penerapan kecerdasan secara global,” ujar Justin Hotard, President dan CEO Nokia.

“Infrastruktur AI merupakan fondasi tempat inovasi dibangun — dan fondasi tersebut harus tepercaya serta aman. Pelanggan harus memiliki keyakinan penuh mengenai di mana data mereka disimpan, bagaimana data tersebut dilindungi, serta siapa yang mengelola sistem yang mendukung AI mereka. Infrastruktur AI mandiri kami dirancang khusus untuk memberikan jaminan tersebut, dengan menggabungkan kinerja tinggi, keamanan yang ketat, transparansi, serta kendali lokal. Kami bangga dapat bermitra dengan berbagai organisasi di seluruh dunia untuk mendorong pengembangan AI dengan cara yang aman, tepercaya, dan dibangun untuk ketahanan jangka panjang,” ujar Josh Payne, Founder dan CEO Nscale.

“Tidak peduli seberapa canggihnya teknologi seperti AI dan keamanan siber dalam jaringan terhubung, diskusi yang beragam tetap menjadi hal yang esensial agar teknologi tersebut dapat diterima di masyarakat. Sangat penting bagi perusahaan-perusahaan tepercaya dengan nilai dan prinsip moral yang sama untuk bekerja secara erat dalam mengoordinasikan serta memajukan berbagai inisiatif mereka,” ujar Jun Sawada, Executive Chairman NTT.

“Rapidus bangga dapat bergabung dengan Trusted Tech Alliance dan mengakui pentingnya ekosistem teknologi global yang tepercaya. Kami sepenuhnya sejalan dengan prinsip-prinsip yang diusung oleh aliansi ini dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendorong transparansi, keamanan, inovasi terbuka, serta supply chain yang tangguh melalui kolaborasi dengan para mitra global yang memiliki visi serupa,” ujar Dr. Atsuyoshi Koike, CEO Rapidus Corporation.

“Kami bangga dapat bergabung dengan Trusted Tech Alliance untuk mendorong infrastruktur digital yang aman dan andal. Melalui inisiatif ini, kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan keamanan digital serta mendorong inovasi melalui kerja sama internasional. Di era transformasi digital yang berlangsung cepat, kolaborasi seperti ini bukan hanya langkah yang baik, tetapi juga menjadi hal yang diperlukan untuk mewujudkan masa depan digital yang lebih aman dan kompetitif,” ujar Micael Johansson, President dan CEO, Saab.

“Kepercayaan dan kerja sama teknologi global tetap menjadi hal yang esensial untuk ekonomi yang kompetitif. Dengan meningkatnya sensitivitas data dan regulasi saat ini, di mana kepercayaan dan kewenangan saling terkait, kepercayaan harus dibangun secara bertahap dan konsisten. Di SAP, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang dapat dipercaya dan diandalkan melalui ekosistem terbuka, standar keamanan yang transparan, serta inovasi yang bertanggung jawab,” kata Dominik Asam, Chief Financial Officer dan Anggota Dewan Eksekutif SAP.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

X Tetapkan Batas Usia Minimum Pengguna di Indonesia Jadi 16 Tahun

Platform digital X (sebelumnya Twitter) menetapkan batas usia minimum pengguna di Indonesia menjadi 16 tahun sebagai bagian dari penyesuaian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img