Moneter.id – Ketua Umum DPP Real
Estate Indonesia (REI) Soeleman Soemawinata menyampaikan bahwa pemerintah
akan menambah dana hingga Rp8,6 triliun untuk rumah subsidi
berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Tambahan dana
rencananya digelontorkan pekan depan. Suntikan dana diberikan guna mengejar
target kekurangan pembangunan rumah FLPP,” katanya usai bertemu Presiden Joko
Widodo (Jokowi) Senin (16/9) .
“Dalam minggu ini, paling maksimal dua minggu, kuota FLPP tambahan sesuai
dengan usulan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) bisa
dicairkan,” paparnya.
Menurut Soelaeman,
pencairan dana tersebut sejatinya sangat penting bagi pengembang. Pasalnya,
dana subsidi pembangunan rumah berskema FLPP sudah habis pada akhir Agustus
lalu.
“Jumlah rumah yang perlu mendapat dana subsidi pembangunan masih sekitar 130
ribu unit sampai akhir tahun,” kata Soelaeman.
Lebih jauh, jelas Soelaeman, untuk program satu juta rumah, pemerintah
sejatinya memberikan kuota pembangunan rumah kepada REI sebanyak 400 ribu unit
dari target 1,25 juta unit rumah pada tahun ini.
Lalu, sebanyak 60
ribu unit dibangun Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat
(Himperra) sebanyak 60 ribu unit dan 150 ribu unit oleh Asosiasi Pengembang
Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI).
“Kontribusi tiga asosiasi ini sudah hampir 65% dari program sejuta rumah.
Per September 2019, sudah 600 ribu unit (dibangun) di PUPR, kami 60%-nya,”
pungkasnya
Pada program sejuta rumah, realisasi pembangunan sebanyak 699 ribu unit rumah
pada 2015, 805 ribu pada 2016, 904 ribu pada 2017, dan 1,1 juta pada 2018.
Tahun ini,
ditargetkan 1,25 juta unit rumah. Bila target tahun ini tercapai pun,totalnya
hanya mencapai 4,75 juta unit rumah.




