Kamis, Januari 15, 2026

Pelaku Ekonomi Kreatif Diajak Turut Produksi 100 Ribu Masker Kain Tekan Wabah COVID-19

Must Read

Moneter.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)
mengajak para pelaku ekonomi kreatif khususnya desainer lokal untuk
berpartisipasi dalam Gerakan Masker Kain yang bertekad memproduksi 100.000
masker kain yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk menekan penyebaran
COVID-19 di Indonesia.

Plt Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekaf Josua
Puji Mulia Simanjuntak di Jakarta, Kamis (2/4/2020) menjelaskan, gerakan ini
terbuka bagi para pelaku atau desainer lokal subsektor fesyen di Indonesia.

“Gerakan Masker Kain bertekad bisa memproduksi total 100.000 masker kain
yang akan didistribusikan kepada pekerja pariwisata (PHRI), pekerja kreatif
(asosiasi kreatif), pekerja publik (Transjakarta, MRT, Pertamina, dan
sebagainya) serta pekerja sektor lainnya yang diusulkan,” katanya.

Josua juga menjelaskan, gerakan ini muncul sebagai bentuk keprihatinan
karena kelangkaan masker di pasaran. Kalaupun ada harga yang ditawarkan sangat
tidak wajar.

Hal ini kemudian mendorong Kemenparekraf berinisiatif untuk mengajak
para pekerja fesyen agar menggerakkan usahanya dengan membuat masker kain dari
kain perca atau sisa bahan kain produksi mereka.

Selain itu, gerakan ini bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi
masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Penggunaan masker kain pun dianggap cukup memadai bagi mereka yang
sehat. Maka dengan semakin banyaknya masyarakat menggunakan masker kain,
supplay masker medis akan lebih mudah didapatkan oleh mereka yang lebih
membutuhkan termasuk tenaga medis, pasien ODP, PDP, dan positif COVID-19.

“Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk
meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplets di luar rumah
jika memang tidak dapat melakukan Work
From Home
dan harus berinteraksi dengan banyak orang,” katanya.

Selain itu, lanjut Josua, upaya ini diharapkan bisa membantu menggiatkan
atau menggerakkan usaha para desainer lokal dari sektor fesyen Indonesia yang
ikut terdampak dari wabah COVID-19 ini sehingga mereka tetap dapat terus
bertahan hidup.

“Selain juga memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk
mengurangi sampah industri fesyen sehingga bisa menerapkan zero waste,” katanya.


Sementara, pelaku ekonomi kreatif khususnya desainer lokal dapat mendaftar untuk turut serta
dalam gerakan tersebut mulai 1 – 5 April 2020 dengan mengisi formulir melalui
tautan bit.ly/GerakanMaskerKain yang ada di kanal media sosial Kemenparekraf.



- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img