Kamis, Januari 15, 2026

Pelaku Usaha Pariwisata Danau Toba Diminta Manfaatkan KUR

Must Read

Moneter.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar)
mendorong para pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
yang bergerak di bidang pariwisata di sekitar Danau Toba, yakni di Toba
Samosir, Sumut, untuk mengakses program perkuatan modal Kredit Usaha Rakyat
(KUR).

Kepala Bidang Investasi Destinasi
Pariwisata Prioritas, Kemenpar, Nurwan Hadiyono mengatakan para pelaku usaha di
bidang pariwisata sejak Agustus 2018 telah dimungkinkan untuk mendapatkan
prioritas KUR melalui skema khusus KUR pariwisata.

“Toba
Samosir dipilih sebagai lokasi sosialisasi KUR karena merupakan satu dari 10
Destinasi Prioritas Pariwisata dan kali ini dilaksanakan di sekitar Danau Toba.
Sebelumnya sudah dilaksanakan di sekitar kawasan Danau Toba lainnya yaitu
Kabupaten Humbang Hasundutan,” katanya di Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu
(13/2,.

Kemenpar menggelar sosialisasi KUR
Pariwisata yang diikuti oleh sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(UMKM) di Tobasa. Banyak dari para pelaku UMKM tersebut yang mengaku baru
pertama kali mendapatkan sosialisasi mengenai literasi keuangan termasuk cara
menilai kondisi usaha dan merencanakan bisnis ke depan.

“Sebagian besar pelaku UMKM menghadapi
kesulitan permodalan untuk bisa meningkatkan skala usahanya. Dari situlah KUR
ini dihadirkan Pemerintah sebagai solusi dengan bunga ringan 7 persen pertahun
atau 0,4 persen perbulan,” ujar Nurwan.

Sementara, Asisten Manager Pemasaran
Ritel BRI Cabang Balige, Saniova Tarigan, menjelaskan, syarat untuk mengakses
KUR di antaranya kepemilikan usaha produktif di bidang pariwisata minimal telah
beroperasi selama 6 bulan dengan catatan keuangan yang sehat.

“Selama UMKM produktif dan layak, sudah
beroperasi lebih dari 6 bulan boleh mengajukan KUR. Untuk itu kami mengundang
pelaku di bidang pariwisata memanfaatkannya karena ini skema baru KUR yang
dikhususkan untuk UMKM di bidang pariwisata,” katanya.

Ada sebanyak 13 subbidang usaha di
sektor pariwisata yang dibiayai melalui program KUR Pariwisata di antaranya
usaha agen perjalanan wisata, sanggar seni, pelaku pentas seni, ataupun
penyelenggara pertemuan (meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE).
Pelaku usaha akomodasi atau layanan penginapan, penyedia makanan dan minuman di
kawasan wisata, hingga usaha jasa layanan informasi pariwisata juga bisa
mengakses KUR.

Penginapan, penyedia makanan dan minuman
di kawasan wisata, tempat pelayanan pariwisata (taman tematik, museum,
konsultan wisata, dan pemandu wisata).

Tak hanya itu, usaha tirta atau usaha
olahraga air (snorkeling, diving, arung jeram, dan lain-lain) pun bisa
mengajukan pinjaman. Bahkan pelaku usaha jasa transportasi pariwisata, industri
kerajinan, dan pusat oleh-oleh.

“Sampai saat ini yang menjadi kendala
pelaku usaha wisata di Tobasa adalah legalitas usaha. Mereka belum terbiasa
untuk mengurus perizinan,” ujarnya.

Namun, lanjut Tarigan, pihak BRI akan
memberikan kemudahan berupa dispensasi waktu pengurusan legalitas usaha
sehingga UMKM dapat tetap mengajukan KUR bahkan bisa tetap disetujui dan
dicairkan pinjamannya.

“Kami memberikan waktu sebulan agar
mereka merampungkan perizinan legalitas usaha,” katanya.

KUR Pariwisata merupakan skema baru yang
diprioritaskan bagi pelaku UMKM sektor pariwisata. Sebagaimana program KUR,
suku bunga KUR Pariwisata ditetapkan sebesar 7% pertahun.

Kredit tersebut terbagi dua yaitu KUR
mikro dan KUR ritel. Untuk segmen mikro, plafon kredit besarannya maksimal Rp25
juta perdebitur, sedangkan ritel berkisar Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img