Senin, Januari 26, 2026

Pemerintah Dongkrak Produktivitas Industri Tekstil dan Pakaian

Must Read

Moneter.id –

Pemerintah sedang
melakukan identifikasi terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang
akan meningkatkan kapasitas produksinya baik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam
negeri sebagai substitusi impor maupun keperluan mengisi kancah ekspor. Kepada
perusahaan-perusahaan tersebut, pemerintah
siap memberikan beberapa kemudahan fasilitas.

“Fasilitas itu antara
lain, kemudahan untuk mendapatkan mesin dan barang modal yang lebih cepat,
kemudian jaminan akses terhadap ketersediaan bahan baku,” kata Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto pada kunjungan kerjanya di
PT. Sukorejo Indah Textile
(Sukorintex)
, Batang, Jawa
Tengah, Senin (11/2).

Menperin
menambahkan, seiring menggenjot produktivitas industri TPT, Kementerian
Perindustrian juga melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM)
melalui program pendidikan vokasi yang link
and match antara Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dengan industri.

“Upaya strategis itu sebagai salah satu wujud nyata dari komitmen
pemerintah dalam membangun SDM yang kompeten, sesuai kebutuhan dunia
industrinya saat ini dan sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0,”
paparnya.

Bahkan,
Kemenperin telah mengusulkan mengenai penerapan skema insentif fiskal berupa super deductible tax atau pengurangan
pajak di atas 100 persen. Fasilitas ini akan diberikan kepada industri yang
terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian
dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi.

“Skema yang
diusulkan adalah pengurangan pajak bagi industri yang terlibat dalam pelatihan
dan pendidikan vokasi sebesar 200 persen. Sedangkan, bagi industri yang
melakukan kegiatan litbang atau inovasi sebesar 300 persen,” ungkap Airlangga

Dengan
langkah-langkah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas dan daya
saing industri secara nasional, termasuk perusahaan-perusahaan TPT. “Kami
optimis
akan terjadi peningkatan ekspor TPT
sampai dengan USD15 miliar pada tahun 2019,” tandasnya.

Kemenperin
mencatat, ekspor TPT nasional pada tahun 2018 dip
royeksi mencapai USD13,28 miliar, naik 5,6 persen
dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Industri TPT
nasional
mampu memberikan share
ekspor dunia sebesar 1,6 persen.

Bahkan, industri TPT menunjukkan kinerja
gemilang sepanjang tahun 2018,
dengan pertumbuhan sebesar
8,73 persen. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,17
persen.

Hingga saat ini, industri TPT di
dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau
21,2 persen dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur.
Ini menunjukkan industri TPT merupakan sektor padat karya,” imbuhnya.

Pada kesempatan
ini,
Menperin memberikan apresiasi kepada PT. Sukorintex atas upayanya untuk terus mengembangkan
industr
i TPT di dalam negeri serta menjaga brand image untuk produknya. “Kami berharap agar perusahaan dapat
melakukan investasi
tambahan dan menciptakan inovasi dalam
meningkatkan kualitas
produk
yang dapat menjadi andalan nasional,” tegasnya.

PT.
Sukorintex adalah perusahaan tekstil yang fokus dalam memproduksi sarung tenun
dengan brand image yang kuat yaitu
“Wadimor”. PT. Sukorintex

mampu memproduksi sarung tenun sebanyak 25,2 juta lembar per tahun. Saat ini,
pabrik telah menyerap tenaga kerja lebih dari 3.000 orang, yang 85 persen
berasal dari
masyarakat
sekitar perusahaan
di Kabupaten Batang.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pelatihan Ekspor Digital Ajak UMKM Ambil Peluang untuk Tembus Pasar Global

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) antusias dalam mengikuti Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img